KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) menilai perlunya penambahan investasi baru guna mendukung peningkatan persentase pencampuran biofuel nasional. Hal ini mengingat kapasitas terpasang industri biofuel saat ini masih terbatas di kisaran 22 juta kiloliter (KL) untuk menopang target mandatori biodiesel maupun bioetanol. Sekretaris Jenderal Aprobi, Ernest Gunawan mengungkapkan bahwa kapasitas produksi riil industri saat ini berada di tingkat 80% hingga 85% dari total kapasitas terpasang. Menurutnya, tantangan peningkatan persentase blending ke depan akan semakin besar seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku serta kesiapan sarana logistik penunjang.
Kapasitas Terpasang Biofuel Baru 22 Juta KL, Aprobi: Butuh Penambahan Investasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) menilai perlunya penambahan investasi baru guna mendukung peningkatan persentase pencampuran biofuel nasional. Hal ini mengingat kapasitas terpasang industri biofuel saat ini masih terbatas di kisaran 22 juta kiloliter (KL) untuk menopang target mandatori biodiesel maupun bioetanol. Sekretaris Jenderal Aprobi, Ernest Gunawan mengungkapkan bahwa kapasitas produksi riil industri saat ini berada di tingkat 80% hingga 85% dari total kapasitas terpasang. Menurutnya, tantangan peningkatan persentase blending ke depan akan semakin besar seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku serta kesiapan sarana logistik penunjang.