KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Naiknya indeks harga saham gabungan (IHSG) berkolerasi dengan pertumbuhan kapitalisasi pasar (market capitalization). Bukan cuma emiten yang memiliki kapitalisasi pasar besar saja, namun emiten lapis kedua maupun lapis ketiga turut menyumbang pertumbuhan kapitalisasi pasar. Lantas bagaimana kontribusi emiten-emiten di luar lapis pertama tersebut? David Nathanael Sutyanto, Analis First Asia Capital menyatakan ketimpangan tersebut membuat pasar saham menjadi tidak efisien. Hal ini membuat laju IHSG sangat dipengaruhi oleh kinerja dari 10 emiten besar. Dia menambahkan, idealnya jumlah empat emiten terbesar setara dengan di bawah 10% total market cap. Padahal saat ini, kontribusi BBCA sebesar 7,7%, HMSP sebesar 6,9%, TLKM sebesar 6,2%, dan BBRI sebesar 5,8%. "Ini yang menyebabkan pasar modal kita tidak efisien," kata David kepada Kontan.co.id, Jumat (3/11). Memang saat ini, BEI juga menggenjot perusahaan-perusahaan baru untuk melakukan intial public offering (IPO). Saat ini saja setidaknya sudah ada 28 perusahaan yang melantai di BEI dari 35 perusahaan yang ditargetkan tahun ini. Meski berpotensi menambah market cap, namun nilainya tidak seberapa. "Jadi kalau kenaikan dari IPO itu kecil sekali," lanjutnya.
Kapitalisasi pasar antar emiten masih timpang
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Naiknya indeks harga saham gabungan (IHSG) berkolerasi dengan pertumbuhan kapitalisasi pasar (market capitalization). Bukan cuma emiten yang memiliki kapitalisasi pasar besar saja, namun emiten lapis kedua maupun lapis ketiga turut menyumbang pertumbuhan kapitalisasi pasar. Lantas bagaimana kontribusi emiten-emiten di luar lapis pertama tersebut? David Nathanael Sutyanto, Analis First Asia Capital menyatakan ketimpangan tersebut membuat pasar saham menjadi tidak efisien. Hal ini membuat laju IHSG sangat dipengaruhi oleh kinerja dari 10 emiten besar. Dia menambahkan, idealnya jumlah empat emiten terbesar setara dengan di bawah 10% total market cap. Padahal saat ini, kontribusi BBCA sebesar 7,7%, HMSP sebesar 6,9%, TLKM sebesar 6,2%, dan BBRI sebesar 5,8%. "Ini yang menyebabkan pasar modal kita tidak efisien," kata David kepada Kontan.co.id, Jumat (3/11). Memang saat ini, BEI juga menggenjot perusahaan-perusahaan baru untuk melakukan intial public offering (IPO). Saat ini saja setidaknya sudah ada 28 perusahaan yang melantai di BEI dari 35 perusahaan yang ditargetkan tahun ini. Meski berpotensi menambah market cap, namun nilainya tidak seberapa. "Jadi kalau kenaikan dari IPO itu kecil sekali," lanjutnya.