Kapitalisasi pasar saham big caps turun, simak prospek dan rekomendasi analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, ada 12 saham yang mempunyai kapitalisasi pasar (market cap) di atas Rp 100 triliun per akhir tahun 2020. Akan tetapi, sepanjang tahun ini sampai dengan Jumat (2/7), mayoritas saham tersebut justru memperlihatkan penurunan market cap.

Dari 12 saham, market cap sebelas saham turun dengan kisaran 1,8%-30% year to date (ytd). Saham-saham tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Charoean Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Bahkan, penurunan market cap pada ICBP, BBNI, dan BRPT sepanjang tahun ini telah membuatnya terdepak dari daftar emiten dengan market cap di atas Rp 100 triliun. Market cap ICBP turun 12,5% ytd menjadi Rp 98 triliun, BBNI -21% menjadi Rp 90 triliun, dan BRPT -22,3% menjadi Rp 80 triliun.


Sebaliknya, hanya ada satu saham dari 12 emiten tersebut yang mencatatkan kenaikan market cap. Satu saham itu adalah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dengan peningkatan 7,4%.

Baca Juga: Sudah naik signifikan dalam sepekan, saham-saham ini masih bisa dilirik

Di sisi lain, daftar 12 saham dengan market cap di atas Rp 100 triliun juga kedatangan tiga emiten baru. Mereka adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang mencatatkan peningkatan market cap 293% secara ytd, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) 92%, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang memiliki market cap Rp 141 triliun meski baru tercatat di BEI pada 6 Januari 2021.

Analis Kiwoom Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, penurunan market cap mayoritas saham-saham tersebut sejalan dengan harga-harga saham yang memang tengah berada dalam tren penurunan. Sementara saham-saham yang market cap-nya meningkat signifikan didorong oleh tren kenaikan harga seiring sentimen positif yang ada sebelumnya.

Misalnya, harga saham ARTO sudah melesat 241,04% ytd sehingga membuat market cap bertambah Rp 135 triliun. Pendorongnya adalah sentimen positif terhadap bisnis bank digital dan aksi strategis dengan masuknya PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa (Dokab) sebagai investor di Bank Jago dengan kepemilikan 22%.

Baca Juga: Ada yang terdepak, berikut daftar 12 emiten dengan market cap di atas Rp 100 triliun

Editor: Wahyu T.Rahmawati