KONTAN.CO.ID - Perum Jasa Tirta (PJT) II berencana mengembangkan budidaya ikan bandeng air tawar di Waduk Jatiluhur yang mereka kelola. Budidaya ikan bandeng air tawar ini akan menggantikan Keramba Jaring Apung (KJA) yang ada di Waduk Jatiluhur selama ini. "Kami telah melakukan penataan sebanyak 33.000 KJA yang terdapat di Waduk Jatiluhur," ujar Djoko Saputro, Direktur Utama PJT II saat penandatanganan kerjasama antara Badan Riset dan Sumber Daya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan PJT II, Kamis (14/9). Keberadaan karamba jaring apung dinilai akan menurunkan kualitas air bersih yang dihasilkan waduk pemasok air baku wilayah Jabodetabek tersebut. Makanya, KJA ini akan segera diganti dengan pembudidayaan bandeng air tawar yang dinilai tak merusak kualitas air bersih di dalam waduk.
Karamba waduk Jatiluhur diganti bandeng air tawar
KONTAN.CO.ID - Perum Jasa Tirta (PJT) II berencana mengembangkan budidaya ikan bandeng air tawar di Waduk Jatiluhur yang mereka kelola. Budidaya ikan bandeng air tawar ini akan menggantikan Keramba Jaring Apung (KJA) yang ada di Waduk Jatiluhur selama ini. "Kami telah melakukan penataan sebanyak 33.000 KJA yang terdapat di Waduk Jatiluhur," ujar Djoko Saputro, Direktur Utama PJT II saat penandatanganan kerjasama antara Badan Riset dan Sumber Daya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan PJT II, Kamis (14/9). Keberadaan karamba jaring apung dinilai akan menurunkan kualitas air bersih yang dihasilkan waduk pemasok air baku wilayah Jabodetabek tersebut. Makanya, KJA ini akan segera diganti dengan pembudidayaan bandeng air tawar yang dinilai tak merusak kualitas air bersih di dalam waduk.