KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala junta Myanmar pada hari Senin menyalahkan ketidakstabilan karena menghambat upaya untuk menerapkan rencana perdamaian yang disepakati dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya saat ia memperpanjang aturan darurat selama enam bulan lagi. Junta pertama kali mengumumkan keadaan darurat setelah merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dalam kudeta pada Februari tahun lalu. Myanmar telah berada dalam kekacauan sejak saat itu, dengan konflik menyebar setelah tentara menghancurkan sebagian besar protes damai di kota-kota besar dan kecil. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang beranggotakan 10 negara menyetujui "konsensus" lima poin untuk mengakhiri permusuhan tahun lalu, tetapi hanya ada sedikit tanda junta menerapkan rencana lima poin, yang mencakup diakhirinya kekerasan dan dialog.
Karena Alasan Stabilitas, Junta Militer Myanmar Memperpanjang Keadaan Darurat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala junta Myanmar pada hari Senin menyalahkan ketidakstabilan karena menghambat upaya untuk menerapkan rencana perdamaian yang disepakati dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya saat ia memperpanjang aturan darurat selama enam bulan lagi. Junta pertama kali mengumumkan keadaan darurat setelah merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dalam kudeta pada Februari tahun lalu. Myanmar telah berada dalam kekacauan sejak saat itu, dengan konflik menyebar setelah tentara menghancurkan sebagian besar protes damai di kota-kota besar dan kecil. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang beranggotakan 10 negara menyetujui "konsensus" lima poin untuk mengakhiri permusuhan tahun lalu, tetapi hanya ada sedikit tanda junta menerapkan rencana lima poin, yang mencakup diakhirinya kekerasan dan dialog.