KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia kembali menjadi perhatian di tengah munculnya kabut asap yang berpotensi berdampak hingga ke negara-negara sekitar. Kondisi tersebut juga mendorong pemerintah untuk terus melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan negara-negara tetangga. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan hingga saat ini belum menerima nota protes maupun surat keberatan resmi dari negara-negara tetangga terkait kondisi karhutla dan dampak asap dari Indonesia. Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan, pemerintah tetap memantau perkembangan kondisi karhutla sekaligus menjaga komunikasi dengan negara-negara di kawasan. Indonesia juga mengapresiasi solidaritas dan perhatian yang disampaikan negara-negara tetangga terhadap kondisi tersebut. Baca Juga: The Fed Naikkan Bunga, BI Diprediksi Tahan BI-Rate di 5,75% September 2026 "Indonesia menghargai solidaritas dari negara-negara tetangga dan kami terus melakukan langkah-langkah penanganan, termasuk melalui komunikasi dan dialog dengan negara-negara terkait," ujar Yvonne dalam press briefing Kemlu RI, Kamis (17/9). Yvonne menegaskan, sampai saat ini belum ada nota protes atau surat keberatan resmi yang diterima Kemlu RI dari negara-negara tetangga terkait karhutla tersebut. Di sisi lain, pemerintah tetap melanjutkan penanganan karhutla serta koordinasi dengan berbagai pihak untuk merespons kondisi di lapangan. Komunikasi dengan negara-negara kawasan juga terus dilakukan untuk memastikan perkembangan situasi dapat dipantau bersama. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Karhutla dan Kabut Asap Indonesia Meluas, Kemlu: Belum Ada Protes Resmi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia kembali menjadi perhatian di tengah munculnya kabut asap yang berpotensi berdampak hingga ke negara-negara sekitar. Kondisi tersebut juga mendorong pemerintah untuk terus melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan negara-negara tetangga. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan hingga saat ini belum menerima nota protes maupun surat keberatan resmi dari negara-negara tetangga terkait kondisi karhutla dan dampak asap dari Indonesia. Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan, pemerintah tetap memantau perkembangan kondisi karhutla sekaligus menjaga komunikasi dengan negara-negara di kawasan. Indonesia juga mengapresiasi solidaritas dan perhatian yang disampaikan negara-negara tetangga terhadap kondisi tersebut. Baca Juga: The Fed Naikkan Bunga, BI Diprediksi Tahan BI-Rate di 5,75% September 2026 "Indonesia menghargai solidaritas dari negara-negara tetangga dan kami terus melakukan langkah-langkah penanganan, termasuk melalui komunikasi dan dialog dengan negara-negara terkait," ujar Yvonne dalam press briefing Kemlu RI, Kamis (17/9). Yvonne menegaskan, sampai saat ini belum ada nota protes atau surat keberatan resmi yang diterima Kemlu RI dari negara-negara tetangga terkait karhutla tersebut. Di sisi lain, pemerintah tetap melanjutkan penanganan karhutla serta koordinasi dengan berbagai pihak untuk merespons kondisi di lapangan. Komunikasi dengan negara-negara kawasan juga terus dilakukan untuk memastikan perkembangan situasi dapat dipantau bersama. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
TAG: