Karhutla di Bangka Belitung Hanguskan 305 Rumah, 1.800 Warga Terdampak



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meluas hingga ke kawasan permukiman padat penduduk.

Sebanyak 305 rumah dilaporkan hangus terbakar, sementara sekitar 500 warga terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyatakan, kebakaran terjadi di Desa Serdang, Kabupaten Bangka Selatan, sejak Sabtu (10/10/2026) siang dan berlanjut hingga Minggu (11/10/2026) malam.


Angin kencang membuat api dengan cepat merambat ke kawasan permukiman.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini (1/5): Waspada Hujan Petir di Sumbar dan Bangka Belitung!

Selain menghancurkan ratusan rumah, kebakaran tersebut berdampak terhadap sedikitnya 1.800 orang. Hingga Senin (12/10/2026), tidak ada laporan korban jiwa.

Angin kencang dan keterbatasan air menghambat pemadaman. 

BPBD menyebut, kondisi angin kencang, medan lahan gambut, serta keterbatasan pasokan air menjadi kendala dalam upaya memadamkan api.

Selain itu, banyaknya rumah yang menggunakan material kayu membuat api lebih mudah menyebar di kawasan terdampak.

Baca Juga: Harga Hewan Kurban Kambing dan Sapi Wilayah Provinsi Bangka Belitung Tahun 2026

Kebakaran tersebut telah melalap lahan seluas 8,3 hektare. Untuk menangani dampak bencana, petugas telah mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum, serta menyalurkan bantuan berupa makanan, air bersih, dan pakaian bagi warga terdampak.

Sekitar 500 warga telah dievakuasi ke bangunan sekolah dan masjid terdekat untuk menghindari bahaya kebakaran.

Meluas sepanjang 2026

Kebakaran di Bangka Belitung terjadi ketika Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan terparah dalam 11 tahun terakhir, terutama di Pulau Sumatra dan Kalimantan.

Peristiwa ini juga menjadi kasus pertama sepanjang tahun ini ketika kebakaran hutan dan lahan menyebabkan kerusakan hingga ratusan rumah.

Data yang dikutip Reuters menunjukkan, kebakaran telah menghanguskan sekitar 202.000 hektare lahan di berbagai wilayah Indonesia selama Januari hingga Juli 2026.

Baca Juga: Pemerintah Izinkan PT Timah Beli Hasil Tambang Rakyat Bangka Belitung

Sejumlah organisasi nonpemerintah memperkirakan, luas lahan yang terbakar bertambah sedikitnya 600.000 hektare pada bulan-bulan berikutnya.

Besarnya luasan lahan yang terbakar tersebut menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi ancaman serius, tidak hanya terhadap ekosistem hutan dan lahan, tetapi juga keselamatan warga yang tinggal di sekitar wilayah rawan kebakaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News