KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren kartu Pokémon kembali menguat sejak 2024, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global, seiring meningkatnya minat kolektor lama dan baru yang masuk ke pasar barang koleksi bernilai tinggi. Lonjakan ini dipicu efek nostalgia, peran influencer, serta persepsi kartu Pokémon sebagai aset alternatif yang bisa diperdagangkan. Content creator sekaligus Pokémon Card Collector, Adipashya Yarzuq, menyebut kenaikan minat sejak 2024 terjadi di berbagai negara, bukan hanya di pasar domestik. Menurutnya, tren global tersebut ikut mendorong harga kartu tertentu di Indonesia ikut terkerek, terutama untuk produk impor.
Kartu Pokémon Menguat Sejak 2024, Kolektor Ungkap Ciri yang Layak Investasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren kartu Pokémon kembali menguat sejak 2024, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global, seiring meningkatnya minat kolektor lama dan baru yang masuk ke pasar barang koleksi bernilai tinggi. Lonjakan ini dipicu efek nostalgia, peran influencer, serta persepsi kartu Pokémon sebagai aset alternatif yang bisa diperdagangkan. Content creator sekaligus Pokémon Card Collector, Adipashya Yarzuq, menyebut kenaikan minat sejak 2024 terjadi di berbagai negara, bukan hanya di pasar domestik. Menurutnya, tren global tersebut ikut mendorong harga kartu tertentu di Indonesia ikut terkerek, terutama untuk produk impor.
TAG: