KONTAN.CO.ID - Pemilik Washington Post, Jeff Bezos, masih bungkam di tengah rumor PHK massal yang berpotensi terjadi di salah satu media paling berpengaruh di Amerika Serikat tersebut. Para karyawan Washington Post hingga kini tidak mendapatkan kejelasan terkait rencana pemotongan biaya yang disebut-sebut akan berdampak signifikan terhadap struktur redaksi. Sekarang, para karyawan berharap agar Bezos turun tangan untuk melunakkan atau bahkan menghentikan kebijakan tersebut belum juga terwujud.
Baca Juga: Ikuti Sang Suami, Istri Bos Vingroup Resmi Masuk Daftar Orang Terkaya di Vietnam Surat Terbuka Tak Terbalas
Mengutip
The Guardian, tiga surat terbuka yang diorganisasi oleh karyawan Washington Post dan ditujukan langsung kepada Jeff Bezos tidak mendapatkan respons. Surat pertama dikirim pada 25 Januari, ditandatangani sekitar 60 karyawan, yang secara khusus meminta Bezos melindungi operasi pemberitaan internasional Washington Post. Unit ini disebut-sebut menjadi salah satu target utama pemangkasan anggaran. Dua hari berselang, karyawan kembali mengirim surat yang mendesak Bezos untuk mempertahankan liputan lokal, yang juga dikabarkan akan mengalami pemotongan besar. "Jika Anda mengizinkan manajemen Washington Post melakukan PHK terhadap staf lokal, yang jumlahnya sudah berkurang setengah dalam lima tahun terakhir, dampaknya terhadap kawasan ini dan masyarakatnya akan sangat besar,” tulis para staf.
Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Dunia Awal Februari 2026: Elon Musk Makin Sulit Dikejar Reporter Gedung Putih Beri Respons
Merespons kabar tersebut, wartawan Gedung Putih Washington Post ikut mengirim surat kepada Bezos, mendesaknya untuk tidak memangkas liputan yang menjadi inti pembaca setia Post. Selain itu, sejumlah staf juga merekam dan mengunggah video kampanye di media sosial dengan tagar #SaveThePost, sebagai bentuk tekanan publik terhadap sang pemilik. Meski CEO Washington Post, Will Lewis, turut dicantumkan dalam salah satu email, surat-surat tersebut tetap diarahkan langsung kepada Bezos. Matt Murray, pemimpin redaksi Washington Post, disebut telah melakukan diskusi tertutup dengan sejumlah jurnalis dalam beberapa pekan terakhir, menurut sumber yang mengetahui situasi internal.
Baca Juga: Strategi Zuckerberg: CZI PHK 70 Orang, Arahkan Dana ke Riset AI Bezos Punya Kuasa dan Dana Tak Terbatas
Seorang staf Washington Post yang ikut menandatangani surat, namun tidak ingin identitasnya dipublikasikan, menyatakan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Jeff Bezos. "Sebagai pemilik, Bezos pada akhirnya yang membuat keputusan soal pemangkasan ini. Dia juga memiliki cukup banyak uang untuk melakukan apa pun yang dia pilih," ungkapnya. Menurut karyawan, suasana di Washington Post saat ini digambarkan sebagai seperti berada di rumah duka. Banyak yang memperkirakan pemangkasan akan diumumkan dalam hitungan hari. Ironisnya, di saat Bezos tidak menunjukkan keterlibatan publik terhadap krisis Washington Post, ia justru tampak aktif di bisnis lain. Pada Senin (1/2/2026), Bezos terlihat menyambut Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di fasilitas Blue Origin di Florida. Hegseth sebelumnya pernah menyebut laporan Washington Post sebagai hoax atau berita palsu.
Baca Juga: Liang Wenfeng, CEO DeepSeek: Sosok di Balik Gebrakan Besar Industri AI Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News