Kasad Dorong Peningkatan Produksi Pertanian untuk Perkuat Ketahanan Pangan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya mendorong peningkatan produksi pertanian nasional terus menjadi sorotan di tengah tantangan ketahanan pangan global. 

Sejumlah pemangku kepentingan menilai penguatan sektor hulu, mulai dari kapasitas petani hingga pengelolaan sumber daya, menjadi kunci agar Indonesia mampu menjaga sekaligus meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan pentingnya peran kolaboratif lintas sektor dalam memotivasi petani dan memperkuat produksi. 


Baca Juga: OPEC+ Sepakat Mempertahankan Tingkat Produksi Minyak Kuartal I-2026

Menurut dia, dukungan terhadap sektor pertanian perlu terus diperluas agar berdampak langsung pada peningkatan hasil. “Mudah-mudahan ini bisa lebih memotivasi pertanian sehingga produksinya meningkat,” ujar Maruli dalam siaran pers, Senin (9/2/2026).

Dalam konteks penguatan pangan nasional, TNI AD selama ini menjalankan sejumlah program pendukung, antara lain pengembangan agroforestri, penyediaan air bersih, serta penguatan teritori pangan. Maruli menekankan bahwa capaian tersebut merupakan kerja kolektif institusi, bukan kontribusi personal.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menilai penguatan produksi harus berjalan seiring dengan peningkatan kinerja kelembagaan pangan.

Ia menyebut, dorongan untuk meningkatkan pengabdian dan pelayanan menjadi krusial agar sistem pangan nasional tetap tangguh.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto juga menyoroti pentingnya memperlihatkan capaian produksi pertanian kepada publik. 

Baca Juga: Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Kebijakan Pengurangan Susut dan Sisa Pangan

Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai perkembangan produksi hortikultura dan pangan dapat memperkuat kepercayaan sekaligus dukungan masyarakat terhadap sektor pertanian nasional.

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Tani Islam Indonesia (STII) Fathurrahman Mahfudz mengingatkan bahwa ketahanan pangan Indonesia tidak lepas dari dinamika geopolitik global. 

Meski Indonesia telah mencapai swasembada beras dan jagung, ia menilai tantangan ke depan jauh lebih besar karena kebutuhan pangan bersifat regional hingga global.

“Tantangan pangan tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga kawasan dan dunia,” ujarnya.

Dari sisi akademik, Guru Besar Ilmu Agroforestri IPB University Prof. Nurheni Wijayanto menilai tantangan utama ketahanan pangan nasional saat ini terletak pada kualitas sumber daya manusia petani. 

Baca Juga: Upaya Mendorong Aksi Konkret Kurangi Susut dan Sisa Pangan

Ia menekankan perlunya pendampingan yang konsisten agar transfer ilmu dapat mendorong peningkatan produktivitas di tingkat lapangan.

“Tantangannya ada pada SDM petani, sehingga pendampingan harus intensif agar produksi bisa naik,” kata Nurheni.

Rangkaian gagasan dan pandangan terkait penguatan produksi pangan tersebut mengemuka dalam Panen Fest 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026). 

Acara ini menjadi bagian dari peringatan enam tahun Panen News, media daring yang berfokus pada agribisnis, dengan mengusung tema “Pangan Mandiri, Masa Depan Negeri”.

Sebagai tuan rumah, Pemimpin Umum Panen News Amir Firmansyah menyampaikan rasa syukur atas kekayaan sumber daya alam pertanian Indonesia.

Baca Juga: Genjot Produksi Beras, Kementan Akan Percepat Rehabilitasi Irigasi

Ia menyebut, gelaran ini juga menampilkan lebih dari 50 booth produk pertanian segar dan olahan dari berbagai kalangan, mulai dari binaan instansi hingga UMKM. 

Selanjutnya: Olahraga Hyrox Lagi Digemari, AirAsia Jalin Kerjasama Dengan Hyrox APAC

Menarik Dibaca: Olahraga Hyrox Lagi Digemari, AirAsia Jalin Kerjasama Dengan Hyrox APAC

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News