Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Rupiah Berpotensi Tertekan Lagi



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Rupiah diproyeksikan masih akan belum keluar dari tekanan pada perdagangan Jumat (4/2). 

Analis DC Futures Lukman Leong menjelaskan, saat ini rupiah masih terbebani oleh kenaikan jumlah kasus positif Covid-19 yang dikhawatirkan menjadi gelombang ketiga.

Ia bilang, pasar mulai khawatir jika pemerintah akan kembali melakukan pengetatan pembatasan sosial.


“Hal ini ditakutkan bisa menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tengah dalam fase pemulihan,” kata Lukman ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (3/2).

Baca Juga: Loyo Lagi, Rupiah Jisdor Melemah ke Rp 14.381 Per Dolar AS Pada Kamis (3/2)

Terlebih lagi, dari sentimen eksternal, menurutnya, pasar valas masih akan kembali didominasi oleh dolar Amerika Serikat. Ia bilang, pasar saat ini tengah fokus menantikan rilis data NFP AS yang dirilis akhir pekan ini. 

Adapun, pada perdagangan besok, Lukman memperkirakan rupiah akan ada di kisaran Rp 14.320 - Rp 14.435 per dolar AS dengan kecenderungan melemah terbatas.

Pada hari ini, Kamis (3/2), rupiah masih berada dalam tren negatif. Di pasar spot, rupiah terkoreksi 0,15% dan ditutup di level Rp 14.378 per dolar AS. Setali tiga uang, tren negatif rupiah juga terjadi di kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI).

Tercatat, mata uang Garuda ini berada di level Rp 14.381 per dolar AS alias melemah 0,24% dari penutupan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News