Kasus Covid-19 Melonjak, Dyandra (DYAN) Jadwal Ulang Beberapa Event



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) terpaksa memundurkan jadwal berbagai pelaksanaan acara yang ditanganinya di tahun ini akibat kasus Covid-19 melonjak lagi.

Sekretaris Perusahaan DYAN Mirna Gozal mengatakan, saat ini telah ada satu gelaran acara yang diundur akibat naiknya kasus omicron yakni event Indonesia International Furniture Expo (IFEX).

“Event Indonesia Internasional Funiture Expo yang semula akan diselenggarakan pada 11-14 Maret 2022 akan diundur pada tanggal 18-21 Agustus 2022,” ungkap dia kepada Kontan.co.id, Senin (7/2).


Mirna menambahkan, saat ini event terdekat yang masih sesuai jadwal adalah pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) yang akan dilaksanakan secara hybrid pada 17-27 Februari 2022 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta. Dengan catatan, event IIMS tersebut dapat digelar on-schedule apabila kasus omicron dapat bergerak melandai dan adanya lampu hijau dari pemerintah untuk tetap menggelar acara.

Baca Juga: Dyandra Promosindo Siapkan Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat IIMS 2022

Namun, guna menyiasati pergerakan kasus omicron yang sulit ditebak, Mirna mengatakan, DYAN telah mempersiapkan rencana cadangan agar event IIMS dapat dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukan.

Selain itu, Mirna menyebutkan, beberapa acara lain yang ditangani DYAN juga telah diundur jadwalnya ke kuartal I dan kKuartal II tahun ini. Acara tersebut merupakan acara pemerintahan yang akan dilaksanakan di Bali.

Beberapa agenda pemerintahan tersebut harus diundur supaya memberikan rasa aman karena menghadirkan masyarakat internasional, karena banyak forum Businees to Businees (B2B) yang mendatangkan buyer-buyer dari luar negeri.

Kendati demikian, DYAN menegaskan komitmennya sebagai penyelenggara acara. Mayoritas event tahunan yang dipercayakan kepada DYAN akan tetap digarap dengan berbagai opsi penyelenggaraan seperti menggelar acara secara online, offline ataupun hybrid (online dan offline), termasuk melakukan pengunduran tanggal pelaksanaan acara.

Tidak dapat dipungkiri pagelaran acara menjadi penyokong utama bisnis DYAN. Kontribusi terbesar pendapatan DYAN yaitu didapatkan dari pilar bisnis exhibition organizer sebesar 88%.

Mirna berharap besar gelaran acara dapat dilakukan secara offline yang dapat mempertemukan orang dengan orang, orang dengan barang, ataupun orang dengan buyer. Menurutnya secara market tentu lebih besar karena dapat dinikmati oleh seluruh Indonesia.

“Secara value of money, bisa dipastikan event offline lebih menguntungkan. Namun demi mendukung regulator, dan menekan kelajuan angka covid, pastinya kami akan melakukan mitigasi event,” imbuh Mirna.

Baca Juga: Varian Omicron Meningkat, Penyelenggara IIMS 2022 Mulai Siapkan Jadwal Alternatif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat