Kasus covid-19 mereda, prospek saham Mitra Keluarga (MIKA) masih tetap cerah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyebaran kasus positif Covid-19 berangsur-angsur turun. Saham emiten rumah sakit yang semula berkinerja apik, perlahan mulai melambat. 

Turunnya kasus Covid-19 pada akhirnya membuat jumlah pasien di rumah sakit ikut turun. Kendati begitu, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) diyakini masih punya prospek yang menarik secara jangka panjang. 

Analis Phillip Sekuritas Indonesia Helen mencermati, kenaikan saham sektor kesehatan sebelumnya terpicu oleh kasus Covid-19 di Indonesia. Namun, ketika kasus Covid-19 terus turun seperti yang terjadi belakangan ini, pendapatan dari pasien Covid-19 diprediksi akan menurun. Hal ini seiring dengan turunnya jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit. 


Baca Juga: Didorong kunjungan pasien dan aksi ekspansi, berikut rekomendasi saham MIKA

Walau begitu Helen melihat, di sisi lain, MIKA dapat mengembalikan fungsi dari sebelumnya menyediakan bed untuk pasien Covid-19 menjadi normal bed kembali. Selain itu, volume pasien MIKA juga justru berpotensi untuk kembali mendekati level sebelum pandemi.

“Sebelumnya kan volume pasien berkurang karena di tengah pandemi masyarakat memilih untuk tidak mengunjungi rumah sakit terlebih dahulu. Dengan turunnya kasus, maka akan ada potensi perbaikan volume pasien,” kata Helen kepada Kontan.co.id, Kamis (7/10).

Analis Mirae Asset Sekuritas Joshua Michael dalam risetnya pada 10 Agustus 2021 menuliskan, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi pada Juli jauh di atas perkiraannya. Alhasil, dia pun merevisi naik jumlah pasien rawat inap pada tahun ini dari 662.000 menjadi 748.000. 

Baca Juga: Masih ekspansif, begini rekomendasi saham Mitra Keluarga (MIKA)

Namun, meningkatnya jumlah lonjakan pasien Covid-19 tersebut berimbas pada berkurangnya pasien rawat jalan. Alhasil Joshua pun menurunkan proyeksi jumlah pasien rawat jalan MIKA pada tahun ini dari 2,26 juta menjadi 2,25 juta pasien. 

Sementara secara umum, Joshua memperkirakan MIKA bisa mengantongi pendapatan sebesar Rp 4,9 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun pada tahun ini. Lalu untuk tahun depan, menurutnya dengan mulai turunnya jumlah kasus positif Covid-19, akan terjadi pergeseran perawatan fokus pada penyakit-penyakit kronis. Oleh sebab itu, Joshua meyakini perawatan penyakit kronis kan menjadi pendorong kinerja MIKA pada tahun depan. 

Baca Juga: Pembangunan RS dan ekspansi healtech dinilai positif untuk Mitra Keluarga (MIKA)

Sementara secara jangka panjang, Helen meyakini saham sektor kesehatan masih atraktif dan punya prospek yang menarik. Menurut dia, ke depan jumlah penduduk dan kalangan menengah ke atas akan terus meningkat sehingga memicu permintaan akan layanan kesehatan. 

Dia menambahkan bahwa emiten rumah sakit nantinya juga akan diuntungkan ketika masyarakat lebih sadar akan kesehatan serta gaya hidup sehat dan konsumsi vitamin. Apalagi, pengeluaran per kapita untuk kesehatan pun rendah sejauh ini, sehingga ke depan masih ada peluang peningkatan.

Baik Helen dan Josua sama-sama merekomendasikan untuk beli saham MIKA dengan target harga Rp 3.000 dan Rp 2.900 per saham. Adapun, pada perdagangan Kamis (7/10), harga saham MIKA ditutup melemah 0,45% ke Rp 2.230 per saham.

Baca Juga: Mitra Keluarga (MIKA) berencana buyback 80 juta saham

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati