Kasus Hipertensi Naik di Indonesia, Ini Cara Efektif Menurunkan Tekanan Darah Tinggi



KONTAN.CO.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendeteksi sekitar 1 juta kasus baru hipertensi pada 2026. Temuan ini berasal dari pemeriksaan ulang peserta program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang pada tahun sebelumnya tercatat tidak memiliki tekanan darah tinggi.

Mengutip dari laman Kemkes, temuan tersebut disampaikan dalam Media Briefing Evaluasi, Capaian, dan Langkah Strategis Program Cek Kesehatan Gratis di Kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

Data itu diperoleh dari pemeriksaan ulang terhadap 9,2 juta peserta CKG pada 2026. Sebelumnya, para peserta tersebut tidak terdeteksi mengalami hipertensi.


Temuan ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi tekanan darah tinggi sejak dini. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal, dan masalah kesehatan lainnya.

Lantas, bagaimana cara menurunkan tekanan darah tinggi yang efektif?

Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi yang Efektif

Menurut World Health Organization (WHO), perubahan gaya hidup dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi sekaligus mengurangi risiko komplikasi akibat hipertensi.

Berikut beberapa cara menurunkan tekanan darah tinggi yang efektif menurut WHO:

1. Mengonsumsi Makanan Sehat Rendah Garam

Mengatur pola makan menjadi langkah penting untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Anda disarankan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan serta membatasi asupan garam.

Usahakan konsumsi garam tidak melebihi 2 gram per hari. Perhatikan pula kandungan garam dalam makanan kemasan dan makanan olahan yang dikonsumsi sehari-hari.

Selain itu, batasi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans untuk mendukung kesehatan jantung serta pembuluh darah.

2. Menurunkan Berat Badan Berlebih

Berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Karena itu, menurunkan berat badan jika Anda mengalami kondisi tersebut dapat membantu mengendalikan tekanan darah.

Anda bisa memulainya dengan mengatur pola makan, memperhatikan porsi makanan, dan meningkatkan aktivitas fisik. Lakukan perubahan secara bertahap agar lebih mudah diterapkan sebagai kebiasaan sehari-hari.

3. Rutin Melakukan Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik secara teratur membantu menjaga kesehatan jantung dan mendukung pengendalian tekanan darah. Anda dapat memilih kegiatan yang sesuai dengan kondisi tubuh, seperti berjalan kaki, berlari, berenang, atau menari.

WHO merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu atau 75 menit aktivitas aerobik intensitas tinggi per minggu.

Anda juga dapat melakukan latihan kekuatan, seperti angkat beban, setidaknya 2 hari dalam seminggu.

Jika belum terbiasa berolahraga, mulailah dengan aktivitas ringan dan tingkatkan durasinya secara bertahap sesuai kemampuan.

4. Berhenti Merokok

Merokok dan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Karena itu, berhenti merokok menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Bagi penderita hipertensi, menghindari rokok juga membantu mengurangi faktor risiko yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.

5. Mengelola Stres

Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi tekanan darah dan kesehatan secara keseluruhan. Anda dapat mencoba mengelola stres melalui aktivitas yang menenangkan, menjaga waktu istirahat, atau melakukan kegiatan fisik secara rutin.

Jika stres mengganggu aktivitas sehari-hari, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan bantuan yang sesuai.

6. Memeriksa Tekanan Darah Secara Berkala

Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Oleh sebab itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda.

Pemeriksaan berkala juga membantu mendeteksi perubahan tekanan darah dan mengevaluasi efektivitas langkah pengendalian yang telah dilakukan.

Anda dapat melakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan atau menggunakan alat pengukur tekanan darah di rumah dengan cara yang benar.

7. Mengonsumsi Obat Sesuai Resep Dokter

Perubahan gaya hidup dapat membantu menurunkan tekanan darah, tetapi sebagian penderita hipertensi tetap membutuhkan obat.

WHO menjelaskan bahwa dokter dapat merekomendasikan obat berdasarkan tingkat tekanan darah dan kondisi kesehatan pasien. Beberapa jenis obat yang umum digunakan meliputi:

  • Inhibitor ACE, seperti enalapril dan lisinopril, yang membantu merelaksasi pembuluh darah.
  • Angiotensin II receptor blockers (ARB), seperti losartan dan telmisartan, yang membantu merelaksasi pembuluh darah.
  • Penghambat saluran kalsium, seperti amlodipine dan felodipine, yang membantu melebarkan pembuluh darah.
  • Diuretik, seperti hidroklorotiazid dan klortalidon, yang membantu tubuh membuang kelebihan garam dan air sehingga tekanan darah dapat menurun.
Jenis obat dan dosisnya harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Jangan menghentikan pengobatan, melewatkan dosis, atau berbagi obat dengan orang lain tanpa arahan tenaga kesehatan.

Baca Juga: 5 Buah Tinggi Kalium yang Bantu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini

Selain menurunkan tekanan darah yang sudah tinggi, perubahan kebiasaan sehari-hari juga dapat membantu mengurangi risiko hipertensi.

Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda terapkan:

  • Memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan.
  • Membatasi makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan lemak trans.
  • Mengurangi waktu duduk terlalu lama dan memperbanyak aktivitas fisik.
  • Menjaga berat badan tetap sehat.
  • Menghindari rokok dan penggunaan tembakau.
  • Mengelola stres dengan cara yang sehat.
  • Memeriksa tekanan darah secara rutin.
  • Mengendalikan kondisi medis lain yang dapat memengaruhi tekanan darah.
  • Mengurangi paparan udara tercemar jika memungkinkan.
  • Menjalani pengobatan sesuai resep dan anjuran tenaga kesehatan.
Perlu diingat, perubahan gaya hidup tidak selalu membuat penderita hipertensi terbebas dari kebutuhan obat. Sebagian pasien tetap memerlukan pengobatan jangka panjang untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali.

Temuan Kemenkes mengenai sekitar 1 juta kasus baru hipertensi pada 2026 dari pemeriksaan ulang peserta CKG menjadi pengingat pentingnya deteksi dini dan pemantauan kesehatan secara berkala.

Untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi, Anda dapat menerapkan pola makan rendah garam, menjaga berat badan, rutin beraktivitas fisik, berhenti merokok, mengelola stres, dan memeriksa tekanan darah secara berkala.

Jika tekanan darah tetap tinggi, konsultasikan kondisi Anda kepada dokter. Penggunaan obat sesuai resep dan pemantauan rutin diperlukan untuk membantu mengurangi risiko komplikasi, seperti serangan jantung, stroke, dan kerusakan ginjal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: