Kasus Manchester City dan Negreira Barcelona, Mengapa Hukumannya Berbeda?



KONTAN.CO.ID - Kasus Manchester City kembali membuat perkara Negreira yang melibatkan Barcelona ikut menjadi sorotan. Terutama, karena hukuman yang dihadapi kedua klub berbeda.

Manchester City dilaporkan dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 pelanggaran aturan finansial Premier League.

Namun, prosesnya belum sepenuhnya selesai dan klub masih mempertahankan posisinya. Hukuman untuk Manchester City juga belum diputuskan.


Sementara itu, Barcelona masih menghadapi proses hukum dalam kasus Negreira. Kasus tersebut berkaitan dengan pembayaran klub kepada perusahaan yang terhubung dengan Jose Maria Enriquez Negreira, mantan wakil ketua Komite Teknis Wasit Spanyol.

Baca Juga: Kasus Manchester City Bikin Aturan Kepemilikan Klub Premier League Disorot

Dua Kasus Punya Persoalan Berbeda

Kasus Manchester City berpusat pada dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League. Tuduhan tersebut berkaitan dengan periode 2009 hingga 2018.

Di antaranya terdapat tuduhan mengenai laporan keuangan, pembayaran kepada pemain dan pelatih, pendapatan komersial serta kerja sama klub dengan penyelidikan Premier League.

Tidak ada tuduhan dalam perkara tersebut bahwa Manchester City membayar wasit untuk memengaruhi hasil pertandingan.

Mengutip Sky News, Manchester City sendiri masih membantah melakukan pelanggaran. Klub menyatakan proses di Premier League masih berjalan dan sejumlah tahapan masih harus diselesaikan.

Kasus Negreira memiliki persoalan berbeda. Barcelona dituduh melakukan pembayaran kepada perusahaan milik Negreira ketika ia masih menjadi wakil ketua Komite Teknis Wasit Spanyol.

Penyelidikan kemudian berkembang menjadi dugaan korupsi olahraga dan upaya memengaruhi sistem perwasitan.

Namun, sampai saat ini belum ada putusan final yang membuktikan Barcelona memengaruhi hasil pertandingan melalui pembayaran tersebut. Penyelidikan hukum masih berjalan.

Baca Juga: Laporan Keuangan Manchester United: Catat Rekor Pendapatan, tapi Rugi Rp1 Triliun

Perbedaan Hukuman Kasus Manchester City dan Barcelona

Premier League memiliki sistem disiplin sendiri untuk menangani pelanggaran aturan kompetisi.

Karena dugaan pelanggaran Manchester City berkaitan dengan regulasi finansial Premier League, proses hukum olahraga terhadap klub dapat dilakukan melalui mekanisme kompetisi tersebut.

Untuk kasus yang sedang ditangani Premier League, sejumlah sanksi seperti pengurangan poin atau degradasi menjadi kemungkinan yang banyak dibicarakan. Namun, hukuman tersebut belum diputuskan.

Sementara itu, otoritas olahraga Spanyol tidak dapat menjatuhkan sanksi olahraga kepada Barcelona karena perkara tersebut sudah melewati batas waktu yang berlaku untuk hukuman olahraga.

Baca Juga: Daftar Batas Gaji La Liga 2026/2027: Real Madrid Rekor, Barcelona Melonjak

Namun, hal itu tidak berarti kasus Negreira selesai. Proses pengadilan masih berlangsung dan UEFA juga belum menutup penyelidikannya.

Mengutip Diario AS,  UEFA sebelumnya memilih menunggu perkembangan perkara di Spanyol sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Jadi, ada perbedaan penting antara tidak bisa dijatuhi hukuman olahraga di Spanyol karena kedaluwarsa dan dinyatakan tidak melakukan pelanggaran.

Barcelona belum mendapatkan hukuman olahraga dari otoritas Spanyol, tetapi proses hukum dan pemeriksaan UEFA masih menjadi bagian dari kasus tersebut.

Manchester City berhadapan langsung dengan regulator kompetisi domestiknya karena dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League. Sementara Barcelona menghadapi proses hukum di Spanyol dan penyelidikan UEFA terkait perkara Negreira.

Baca Juga: Biaya Renovasi Camp Nou Membengkak, Barcelona Tambah Rp6,12 Triliun

TAG: