Kasus Pilot Malaysia Bawa Ekstasi Ke Bandara Soetta, Ada Petugas Bandara Terlibat
Rabu, 05 Agustus 2026 13:57 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Kuala Lumpur. Teka-teki ekstasi yang dibawa pilot Malaysia Airlines ke Bandara Soekarno-Hatta mulai terungkap. Diduga ada keterlibatan pihak lain yang membantu pilot memasukkan narkotika tersebut. Kepolisian Malaysia mengungkap perkembangan terbaru penyelidikan kasus pilot Malaysia Airlines yang ditangkap di Indonesia karena diduga menyelundupkan narkotika jenis ekstasi. Penyidik telah mengidentifikasi seorang petugas keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) yang diduga berkaitan dengan lolosnya koper berisi narkoba milik pilot tersebut dari pemeriksaan keamanan sebelum penerbangan menuju Jakarta.
Direktur Departemen Investigasi Narkotika Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, mengatakan petugas tersebut berusia sekitar 30 tahun dan bertugas di area pemeriksaan keamanan bandara. "Untuk saat ini kami telah mengidentifikasi seorang individu berusia sekitar 30 tahun yang bertugas melakukan pemeriksaan di pintu masuk," ujar Hussein dalam konferensi pers di Ibu Kota Kepolisian Selangor, Selasa (4/8), seperti dikutip media Malaysia. Menurut Hussein, petugas tersebut akan segera dipanggil untuk memberikan keterangan. Polisi juga tidak menutup kemungkinan melakukan penangkapan apabila ditemukan bukti keterlibatan dalam kasus tersebut. "Kami akan memanggilnya dalam waktu dekat untuk membantu penyelidikan. Jika diperlukan, kami akan melakukan penangkapan," katanya. Baca Juga: Telegram Sempat Hilang dari App Store, Ini Penjelasan Apple dan Durov Polisi telusuri bagaimana narkoba lolos dari KLIA Selain memeriksa petugas keamanan, penyidik juga mendalami bagaimana koper berisi narkoba dapat melewati sistem pemeriksaan di KLIA sebelum dibawa ke Indonesia. Hussein menjelaskan, setiap penumpang di KLIA harus melewati beberapa tahapan pemeriksaan keamanan. Namun, apabila sistem pemindai pada pemeriksaan awal tidak mendeteksi adanya benda mencurigakan, penumpang tidak akan diarahkan ke pemeriksaan lanjutan. Menurut dia, pemeriksaan tambahan hanya dilakukan jika sistem atau petugas menemukan indikasi yang mencurigakan. Dalam kasus ini, koper milik pilot tersebut disebut berhasil melewati seluruh prosedur pemeriksaan tanpa memunculkan tanda bahaya. Tonton: Pemerintah Siapkan Insentif untuk 500 Ribu Motor Listrik, Mobil EV Ikut Dapat Malaysia evaluasi prosedur keamanan bandara Kasus tersebut mendorong otoritas Malaysia mengevaluasi sistem keamanan di KLIA. Hussein mengatakan kepolisian telah menggelar rapat bersama Kementerian Perhubungan Malaysia serta sejumlah instansi terkait. Hasilnya, seluruh pihak sepakat memperketat prosedur pemeriksaan keamanan di bandara guna mencegah kejadian serupa terulang. "Kami semua sepakat bahwa ada kebutuhan untuk memperketat dan menambah prosedur pemeriksaan di KLIA," ujarnya. Tonton: 25 Negara Bagian AS Gugat Tarif Trump, Indonesia Kena Bea Masuk 10% Polisi Malaysia bekerja sama dengan Polri dan BNN Penyelidikan juga diperluas dengan menelusuri kemungkinan adanya jaringan narkotika internasional di balik kasus tersebut. Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengungkap jaringan yang diduga terlibat. "Kami sedang bekerja sama dengan Polri dan BNN untuk melihat keseluruhan jaringan sindikat sebelum mengambil tindakan lebih lanjut," kata Hussein. Kronologi penangkapan pilot Malaysia Airlines Sebelumnya, seorang pilot Malaysia Airlines berinisial MSO (39) ditangkap aparat Indonesia setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, usai menerbangkan pesawat dari Kuala Lumpur ke Jakarta pada Rabu (30/7).
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 14 paket berisi lebih dari 70.000 butir ekstasi dengan berat sekitar 26 kilogram di dalam bagasi tersangka. Selain itu, aparat juga menemukan sekitar 4 gram metamfetamin (sabu) di tas tangan tersangka yang diduga digunakan untuk konsumsi pribadi. Otoritas Indonesia menyatakan hasil tes menunjukkan MSO positif mengonsumsi beberapa jenis narkotika. Saat ini, tersangka menjalani proses hukum di Indonesia dan terancam hukuman berat, termasuk pidana mati, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/08/05/073000765/polisi-malaysia-temukan-petunjuk-baru-soal-cara-pilot-lolos-dari-klia-dan?page=all#page2.
Pemerintah Siapkan Insentif untuk 500 Ribu Motor Listrik, Mobil EV Ikut Dapat