Kata Ekonom CORE Soal Fenomena Makan Tabungan Warnai Lonjakan Konsumsi Lebaran 2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Konsumsi masyarakat selama periode lebaran 2026 dipastikan kembali meningkat tahun ini.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan, pola ini konsisten terjadi setiap tahun dan akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026.

Menurut Yusuf, momentum Ramadan hingga Idulfitri selalu menjadi pendorong utama konsumsi rumah tangga, mulai dari kebutuhan pangan, transportasi, hingga belanja musiman seperti pakaian dan rekreasi. 


Berbagai indikator frekuensi tinggi seperti transaksi ritel dan mobilitas menunjukkan pertumbuhan belanja yang lebih kuat dibanding periode normal, dengan laju pertumbuhan tahunan yang cenderung sedikit lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Baca Juga: Fenomena Makan Tabungan Warnai Kenaikan Konsumsi pada Bulan Ramadan 2026

Meski demikian, Yusuf mengingatkan bahwa kenaikan konsumsi ini bersifat musiman dan tidak sepenuhnya mencerminkan penguatan daya beli yang fundamental.

Sebagian besar dorongan berasal dari faktor temporer, terutama pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan meningkatnya aktivitas sosial selama lebaran.

"Dampaknya ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 tentu cukup signifikan, karena konsumsi rumah tangga adalah kontributor terbesar terhadap PDB Indonesia. Lonjakan konsumsi di Maret akan menjadi penopang utama agar pertumbuhan kuartal I tetap terjaga, bahkan berpotensi sedikit lebih tinggi dibandingkan baseline tanpa faktor musiman tersebut," ujar Yusuf kepada Kontan.co.id, Senin (30/3/2026).

Yang lebih mengkhawatirkan, lanjut Yusuf, adalah fenomena dissaving, di mana sebagian konsumsi tidak ditopang oleh kenaikan pendapatan, melainkan oleh penarikan tabungan. 

Baca Juga: Fenomena Makan Tabungan Berlanjut Saat Ramadan, Meski Ada Tambahan THR

Kondisi ini memunculkan risiko efek payback pada kuartal berikutnya, ketika rumah tangga terpaksa mengencangkan ikat pinggang untuk menyesuaikan kembali kondisi keuangan mereka.

"Jadi, Lebaran tetap menjadi growth booster jangka pendek untuk kuartal I, tetapi belum tentu mencerminkan penguatan konsumsi yang berkelanjutan sepanjang tahun," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News