KONTAN.CO.ID – MADINAH. Jemaah haji Indonesia yang tiba di Madinah pada gelombang II merasakan sejumlah kemudahan layanan, salah satunya lokasi hotel yang relatif dekat dengan Masjid Nabawi. Kondisi tersebut dinilai memudahkan jemaah untuk memperbanyak ibadah tanpa harus bergantung pada transportasi.
Baca Juga: Jemaah Haji Gelombang II Hadapi Puncak Kelelahan dan Aspek Psikologis di Madinah Salah seorang jemaah asal Blora Jawa Tengah Sumiyati mengaku bersyukur karena hotel tempatnya menginap, Arjwan Rose Hotel, berada dalam jarak yang nyaman untuk ditempuh dengan berjalan kaki menuju Masjid Nabawi. Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan saat berada di Makkah, ketika jemaah harus menggunakan bus untuk menuju Masjidil Haram karena lokasi penginapan yang lebih jauh. "Jarak dari hotel enak, tidak terlalu jauh. Bisa jalan kaki ke masjid. Kalau di Makkah kan jauh, naik bus, kalau di sini bisa jalan kaki," ujar Sumiyati di Madinah, Senin (8/6/2026). Sumiyati mengatakan dirinya baru tiba di Madinah pada malam sebelumnya. Meski demikian, ia langsung memanfaatkan kesempatan untuk beribadah di Masjid Nabawi. "Saya baru tadi malam sampai di sini. Sudah dua kali ke Masjid Nabawi, waktu Subuh dan Zuhur. Nanti Magrib mau ke sana lagi," katanya.
Baca Juga: ISPA Masih Jadi Penyakit Terbanyak Jemaah Haji Pasca Armuzna Pengalaman serupa dirasakan Sundari, jemaah asal Blora lainnya. Ia menilai suasana di Madinah serta akses menuju Masjid Nabawi membuat aktivitas ibadah terasa lebih nyaman dibandingkan saat berada di Makkah. "Lebih enak di sini daripada di Makkah. Dekat dan lebih nyaman," ujarnya. Menurut Sundari, lokasi hotel yang dekat dengan Masjid Nabawi membuatnya lebih leluasa mengatur waktu ibadah. Ia bahkan menargetkan dapat melaksanakan beberapa salat wajib berjemaah setiap hari di masjid yang menjadi salah satu tujuan utama jemaah haji tersebut. "Saya sudah dua kali ke Masjid Nabawi. Nanti Magrib mau ke sana lagi. Setidaknya sehari bisa tiga kali salat wajib di Masjid Nabawi," katanya. Selain kemudahan akses menuju masjid, Sundari juga mengaku puas dengan layanan konsumsi yang diberikan selama berada di Madinah.
Baca Juga: Penerimaan Bea Cukai Mulai Positif, Tapi Sinyal Perlambatan Ekonomi Masih Membayangi Menurutnya, cita rasa makanan yang disediakan tidak jauh berbeda dengan menu yang diterima selama berada di Makkah.
"Untuk makanan rasanya hampir sama seperti yang di Makkah," ujarnya. Kedekatan hotel dengan Masjid Nabawi menjadi salah satu faktor yang mendukung kenyamanan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Madinah. Dengan akses yang lebih mudah, jemaah memiliki kesempatan lebih besar untuk memperbanyak ibadah dan berziarah di kawasan sekitar masjid. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News