Kawal pernikahan Kahiyang, polisi tak pakai senpi



KONTAN.CO.ID - SOLO. Polda Jawa Tengah menegaskan kepada anggotanya yang melakukan pengamanan saat pernikahan Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution supaya tidak menggunakan senjata api (senpi) berisi peluru tajam.

Demikian disampaikan Karoops Polda Jateng Kombes Hariyanto dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Bengawan Candi 2017 di halaman parkir Kompleks Stadion Manahan, Solo, Senin (6/11).

"Saya minta SOP (standard operating procedure) yang masih membawa senjata api tidak ada yang menggunakan peluru tajam. Senjata api hanya digunakan pada keadaan sangat terpaksa. Dalam arti, kita sudah dalam keadaan memang harus digunakan," kata Hariyanto.


"Kita sudah mempunyai protap (prosedur tetap) penggunaan kekuatan kapan menggunakan senjata api. Tolong Provos cek siapa nanti yang akan memegang senjata api, tidak menggunakan senjata api dengan peluru tajam," kata dia.

Hariyanto meminta agar semua personel lebih mengutamakan sikap humanis, senyum, sapa dan salam, serta menghindari sikap arogan selama melaksanakan tugas pengamanan.

Sebab, tamu undangan yang hadir dalam pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak hanya pejabat tinggi negara dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri.

"Berikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat sehingga dapat menampilkan jati diri Polri sebagai sosok pelindung, pengayom, dan pelayanan masyarakat," jelas Hariyanto.

Untuk pengamanan pernikahan Kahiyang dan Bobby, Polda Jateng beserta Polres menerjunkan 3.669 personel. Pengamanan di Solo dilakukan selama empat hari, mulai dari Senin (6/11) sampai Kamis (9/11). (Kontributor Solo, Labib Zamani)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com, berjudul: Amankan Pernikahan Putri Jokowi, Polisi Diimbau Tidak Gunakan Senjata

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie