KONTAN.CO.ID - Surabaya, 15 Juni 2026 – Kementerian Perindustrian mencatat sektor manufaktur Indonesia masih menghadapi tekanan global yang berdampak pada utilisasi dan pertumbuhan industri. Di sisi lain, biaya logistik nasional yang masih berada di atas 13% terhadap PDB juga menjadi tantangan besar dalam meningkatkan daya saing industri nasional. Kondisi ini mendorong pemerintah terus mempercepat transformasi industri melalui implementasi Making Indonesia 4.0 dan digitalisasi operasional industri. Sejalan dengan itu, penerapan industri hijau juga semakin menjadi fokus pemerintah. Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa efisiensi penggunaan sumber daya dan penerapan operasional berkelanjutan menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia. Bahkan, berbagai Standar Industri Hijau (SIH) terus diperluas ke berbagai sektor industri sebagai bagian dari percepatan sustainable manufacturing di Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, banyak pelaku industri mulai menyadari bahwa tantangan terbesar tidak hanya berasal dari faktor eksternal, tetapi juga dari operasional internal yang belum berjalan optimal. Mulai dari procurement, pengelolaan gudang, hingga proses produksi, kebutuhan akan sistem yang lebih terintegrasi kini semakin meningkat agar operasional dapat berjalan lebih cepat, presisi, dan efisien.
Kawan Lama Solution Perkuat Operasional Terintegrasi untuk Industri
KONTAN.CO.ID - Surabaya, 15 Juni 2026 – Kementerian Perindustrian mencatat sektor manufaktur Indonesia masih menghadapi tekanan global yang berdampak pada utilisasi dan pertumbuhan industri. Di sisi lain, biaya logistik nasional yang masih berada di atas 13% terhadap PDB juga menjadi tantangan besar dalam meningkatkan daya saing industri nasional. Kondisi ini mendorong pemerintah terus mempercepat transformasi industri melalui implementasi Making Indonesia 4.0 dan digitalisasi operasional industri. Sejalan dengan itu, penerapan industri hijau juga semakin menjadi fokus pemerintah. Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa efisiensi penggunaan sumber daya dan penerapan operasional berkelanjutan menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia. Bahkan, berbagai Standar Industri Hijau (SIH) terus diperluas ke berbagai sektor industri sebagai bagian dari percepatan sustainable manufacturing di Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, banyak pelaku industri mulai menyadari bahwa tantangan terbesar tidak hanya berasal dari faktor eksternal, tetapi juga dari operasional internal yang belum berjalan optimal. Mulai dari procurement, pengelolaan gudang, hingga proses produksi, kebutuhan akan sistem yang lebih terintegrasi kini semakin meningkat agar operasional dapat berjalan lebih cepat, presisi, dan efisien.
TAG: