Kawasaki Indonesia Ekspor 15% Produksi



JAKARTA. Mulai tahun depan, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) mulai mengoperasikan pabrik barunya di Cibitung, Jawa Barat. Untuk tahap awal, pabrik ini akan memproduksi motor bebek Kawasaki Athlete, Kawasaki Edge, dan motor sport milik Kawasaki, yakni Kawasaki KLX.

Dewi Septianti, Deputy Department Head Sales and Promotion Department Marketing and Sales Division PT Kawasaki Motor Indonesia mengungkapkan, pabrik baru milik Kawasaki yang berkapasitas 140.000 unit sepeda motor per tahun ini akan mulai beroperasi pada Januari 2014. "Saat ini, mesin pabrik mulai diinstal," ujarnya kemarin.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, Dewi menyatakan sepeda motor produksi pabrik Kawasaki di Cibitung ini juga akan memasok sepeda motor untuk beberapa negara di Asia Tenggara. Dewi bilang, kelak sekitar 10%-15% produksi sepeda motor dari pabrik KMI di Cibitung bakal diekspor.


Dewi mencontohkan, Kawasaki Athlete misalnya, kelak bakal diekspor ke Filipina. Sayangnya, ia enggan merinci berapa besar rencana volume ekspor sepeda motor Kawasaki ke Filipina.

Menurut Dewi, untuk membangun pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 150.000 meter persegi ini, Kawasaki menggelontorkan dana investasi sekitar Rp 800 miliar. Dengan pengoperasian pabrik baru ini, kapasitas produksi pabrik Kawasaki di Indonesia bertambah besar.

Asal tahu saja, sebelumnya Kawasaki telah memiliki pabrik di Pulogadung dengan kapasitas produksi 100.000 unit sepeda motor per tahun. Selain memproduksi sepeda motor bebek, di pabrik ini Kawasaki juga memproduksi Kawasaki Ninja RR 150 cc.

Dewi bilang, jika pabrik di Cibitung sudah beroperasi penuh, kelak pada Juli 2015, Kawasaki akan memindahkan produksi Kawasaki Ninja RR 150 cc ke pabrik di Cibitung.

Lantaran kapasitas produksi bertambah, tahun depan, Kawasaki menargetkan bisa mendongkrak penjualan sepeda motor menjadi 200.000 unit di pasar domestik. Tahun ini, Dewi bilang Kawasaki berharap bisa menjual 160.000 unit sepeda motor. Untuk bisa mencapai target penjualan ini, perusahaan itu akan terus menggenjot produksi kendaraannya. Sebab, "Kemarin ini kami sempat mengalami minus produksi," ujarnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, di beberapa kawasan industri terjadi demo buruh yang menuntut kenaikan upah. Kondisi ini membuat kegiatan produksi beberapa industri ikut terganggu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi