JAKARTA. Memasuki kuartal kedua ini, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) menyegarkan kembali pasar motor trail. Pada akhir pekan lalu, Kawasaki baru saja meluncurkan tipe baru dari KLX 150 yaitu KLX 150 S. Tidak seperti motor kebanyakan, jenis motor trail ini bukanlah motor yang bisa bersaing secara massif. Sebab, produsen hanya memproduksinya dengan jumlah yang terbatas akibat segmentasi pasar yang relatif kecil. “Pemainnya juga tidak banyak,” tandas Manager Marketing and Research Development Fredyanto Basuki, di Jakarta akhir pekan lalu. Adapun banderol harga untuk jenis KLX 150 S ini masih tidak jauh beda dengan harga pendahulunya, yakni di kisaran Rp 21,7 juta. Dengan penetapan harga sebesar itu, diharapkan penggemar off road di pegunungan bakal kepincut. “Kami masih tidak menaikkan harga jual motor trail,” katanya. Hadirnya tipe baru ini diharapkan bisa lebih menjangkau segmen pasar kelas bawah, terutama kalangan pelajar yang gemar dengan motor jenis ini. Pasalnya selama ini, KMI mengandalkan varian premium di kelas KLX 250 seharga hampir Rp 55 juta. “Target kami per bulan untuk jenis yang baru ini sekitar 2.000 unit,” tukasnya .
Kawasaki Segarkan Pasar Trail di Kuartal Kedua
JAKARTA. Memasuki kuartal kedua ini, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) menyegarkan kembali pasar motor trail. Pada akhir pekan lalu, Kawasaki baru saja meluncurkan tipe baru dari KLX 150 yaitu KLX 150 S. Tidak seperti motor kebanyakan, jenis motor trail ini bukanlah motor yang bisa bersaing secara massif. Sebab, produsen hanya memproduksinya dengan jumlah yang terbatas akibat segmentasi pasar yang relatif kecil. “Pemainnya juga tidak banyak,” tandas Manager Marketing and Research Development Fredyanto Basuki, di Jakarta akhir pekan lalu. Adapun banderol harga untuk jenis KLX 150 S ini masih tidak jauh beda dengan harga pendahulunya, yakni di kisaran Rp 21,7 juta. Dengan penetapan harga sebesar itu, diharapkan penggemar off road di pegunungan bakal kepincut. “Kami masih tidak menaikkan harga jual motor trail,” katanya. Hadirnya tipe baru ini diharapkan bisa lebih menjangkau segmen pasar kelas bawah, terutama kalangan pelajar yang gemar dengan motor jenis ini. Pasalnya selama ini, KMI mengandalkan varian premium di kelas KLX 250 seharga hampir Rp 55 juta. “Target kami per bulan untuk jenis yang baru ini sekitar 2.000 unit,” tukasnya .