Kawasan Summarecon Serpong dan Tangerang Akan Terhubung MRT



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kawasan kota Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang bakal terintegrasi dengan MRT Koridor Timur–Barat. Pasalnya, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) telah  menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur–Barat di wilayah Banten (Kembangan–Balaraja) dengan PT MRT Jakarta (Perseroda).

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud, bersama Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, dan Executive Director Summarecon Tangerang, Hindarko Hasan. MoU tersebut juga disaksikan Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

Nota Kesepahaman ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi penempatan stasiun MRT dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas interkoneksi serta integrasi kawasan melalui diskusi, koordinasi, dan pertukaran data dengan MRT Jakarta. Namun, MoU ini bersifat tidak mengikat secara komersial dan menjadi dasar awal koordinasi sebelum dituangkan dalam perjanjian lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.


Baca Juga: Strategi Summarecon (SMRA) Jaga Porsi Recurring Income 25%-30% di Tahun 2026

President Director Summarecon, Adrianto P. Adhi, mengatakan bahwa konektivitas transportasi publik merupakan fondasi utama dalam pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan. Melalui penjajakan ini, Summarecon melanjutkan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi massal dan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi. 

“Integrasi jaringan transportasi dengan kawasan diharapkan dapat menciptakan mobilitas yang lebih efisien, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang,” kata Adrianto dalam keterangan resminya, Rabu (4/2/2026).

Bagi Summarecon, penjajakan kerja sama ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun kota terpadu yang berkelanjutan. Selama lebih dari lima dekade, Summarecon konsisten mengembangkan kawasan dengan pendekatan menyeluruh yang mengintegrasikan hunian, area komersial, pendidikan, hospitality, ruang publik, serta infrastruktur pendukung. 

Baca Juga: Christy Ng Buka Gerai Kelima di Indonesia, Hadir di Summarecon Mall Bekasi

Bagi Summarecon, pembangunan kawasan tidak sekadar membangun properti, melainkan menciptakan ruang hidup yang dapat berkembang lintas generasi melalui perencanaan matang, integrasi fungsi kawasan, dan konektivitas yang mendukung aktivitas masyarakat.

Melalui Nota Kesepahaman ini, para pihak akan melakukan kajian bersama terkait pengembangan Koridor Kembangan–Balaraja. Kajian tersebut mencakup aspek interkoneksi, integrasi kawasan, teknis, bisnis, legal, serta manajemen risiko. Sebagai tindak lanjut, akan dibentuk joint working group yang akan bekerja selama dua tahun ke depan untuk menyusun rencana kerja bersama.

Summarecon melalui unit-unit bisnisnya di wilayah barat Jakarta, termasuk Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, terus mengembangkan kawasan secara bertahap dan terukur. Pendekatan ini sejalan dengan visi Summarecon dalam membangun kota yang berkelanjutan.

Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, menyampaikan bahwa Summarecon Serpong telah berkembang menjadi kawasan yang hidup dengan basis penghuni yang kuat dan aktivitas kota yang dinamis. Dengan kelengkapan fungsi hunian, komersial, pendidikan, hospitality, serta ruang bagi ekonomi kreatif, konektivitas dengan MRT Koridor Timur–Barat dinilai akan memperkuat ekosistem kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Summarecon Agung (SMRA) Beri Sinyal Positif: Ini Dampak Lanjut PPN DTP ke Harga Rumah

Sementara itu, Executive Director Summarecon Tangerang, Hindarko Hasan, menjelaskan bahwa Summarecon Tangerang sebagai kawasan terbaru dikembangkan dengan visi jangka panjang sejak awal.

Dia bilang, integrasi dengan MRT Koridor Timur–Barat menjadi fondasi penting agar kawasan ini tumbuh sebagai kawasan yang terhubung dengan transportasi massal, baik untuk fungsi residensial maupun komersial, serta tetap berkelanjutan di masa kini dan mendatang.

Kerja sama antara MRT Jakarta dan Summarecon ini mencerminkan peran aktif sektor swasta dalam mendukung agenda pemerintah untuk meningkatkan interkonektivitas antarkawasan.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menambahkan bahwa percepatan interkoneksi MRT Jakarta membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik dari sisi pendanaan maupun sumber daya lainnya. 

Selanjutnya: Draft Aturan Baru BEI: Syarat IPO Diperketat, Biaya dan Free Float Disesuaikan

Menarik Dibaca: Literasi hingga Akses Pasar, Begini Cara Memperkuat UMKM Perempuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News