KB Bank Incar Bisnis Korea di Indonesia, dari Korporasi Besar hingga UMKM



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) melihat konektivitas bisnis Korea Selatan dan Indonesia sebagai peluang untuk memperluas layanan perbankan kepada perusahaan asal Korea Selatan beserta jaringan bisnisnya di Indonesia.

Direktur Wholesale KB Bank Widodo Suryadi mengatakan, salah satu keunggulan KB Bank dalam menggarap nasabah asal Korea Selatan adalah kedekatan dengan ekosistem bisnis Korea yang telah terbangun di negara asalnya.

Menurut dia, perusahaan Korea Selatan di pasar domestiknya sudah familiar dengan KB Bank. Keunggulan tersebut menjadi modal bagi perseroan untuk menghubungkan kebutuhan bisnis perusahaan Korea dengan operasional mereka di Indonesia.


Baca Juga: OJK: Kredit Himbara ke BUMN dan BUMD Melonjak 57,79% pada Juli 2026

"Kita mempunyai head start dibanding kompetitor-kompetitor kami dalam memberikan layanan kepada perusahaan Korea. Karena perusahaan Korea itu sendiri, di home market-nya, di Seoul dan sekitarnya, mereka sudah sangat familiar dengan KB," ujar Widodo saat Media Worksop KB Bank di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Namun, ia mengatakan, konektivitas antara Korea Selatan dan Indonesia masih perlu digarap lebih jauh. Pasalnya, aktivitas transaksi kedua negara dinilai memiliki volume yang besar.

"Selama ini yang belum benar-benar diharap adalah bagaimana kita membuat, menghubungkan antara Korea dengan Indonesia. Padahal sebenarnya transaksi Indonesia-Korea itu luar biasa besar," katanya.

Widodo mengatakan, peluang tersebut tidak hanya berasal dari perusahaan Korea Selatan berskala besar seperti Samsung dan Lotte. Keberadaan perusahaan-perusahaan besar tersebut turut menciptakan rantai bisnis dengan distributor dan perusahaan lokal di Indonesia.

Menurut dia, perusahaan yang masuk dalam rantai pasok tersebut memiliki skala yang beragam, mulai dari perusahaan menengah hingga perusahaan kecil.

"Nggak semuanya itu perusahaan besar. Tetapi perusahaan yang mungkin kelas menengah atau bahkan beberapa itu perusahaan kecil. Nah, ini yang sebenarnya kita ingin lebih jauh supaya kita bisa mendapatkan satu mata rantai di situ," jelas Widodo.

Dengan demikian, KB Bank tidak hanya membidik kebutuhan perbankan perusahaan induk asal Korea Selatan, tetapi juga berupaya menangkap kebutuhan transaksi dari rantai bisnis yang terbentuk di Indonesia.

Strategi tersebut dilakukan dengan menawarkan layanan yang terintegrasi untuk mendukung kebutuhan nasabah dari hulu hingga hilir.

Widodo menambahkan, salah satu keunggulan KB Bank terletak pada kemampuan menyediakan layanan perbankan secara end-to-end. Layanan tersebut tidak hanya mencakup cash management, tetapi juga trade financing dan kustodian.

"Unique value proposition-nya sebetulnya kita meng-capture seluruh aliran cash flow masyarakat itu dari hulu ke hilir. Jadi kita semua merangkum dan semua menjadi satu," ujar Widodo.

Menurutnya, integrasi layanan tersebut memungkinkan berbagai transaksi nasabah dikumpulkan dalam satu platform dan berada dalam satu direktorat. Hal ini dinilai memudahkan proses pemantauan, pengendalian, sekaligus komunikasi dengan nasabah.

Widodo menilai model layanan terintegrasi juga dapat mengurangi potensi hambatan ketika nasabah membutuhkan beberapa produk perbankan sekaligus.

"Kalau semuanya dikumpulkan menjadi satu, di dalam satu platform, satu PRC, satu kontak, itu pasti akan memberikan value yang lebih untuk masyarakat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: