KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mencatat total kredit pada segmen wholesale banking mencapai Rp 30,28 triliun per Juni 2026, meningkat 2,85% secara
year to date (YtD) dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp 29,45 triliun. Direktur Wholesale Banking KB Bank Widodo Suryadi mengatakan, pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari strategi bank dengan kode emiten
BBKP untuk memperkuat portofolio kredit baru sekaligus memperbaiki kualitas portofolio lama. Adapun untuk normal
loan wholesale banking, nilainya mencapai Rp 22,77 triliun per Juni 2026, naik 2,23% ytd dari posisi Desember 2025 sebesar Rp 22,27 triliun.
Baca Juga: Haji Isam Dikabarkan Akuisisi Saham BBCA, Ini Kata BCA Widodo mengatakan, pertumbuhan kredit baru menjadi penting bagi perseroan untuk memperkuat komposisi portofolio dan secara bertahap menurunkan rasio kredit bermasalah. “Kredit baru ini kami perlukan pertumbuhannya untuk mencuci portofolio yang lama. Jadi sebenarnya dengan cara ini, rasio dari permasalahan itu juga turun dengan sendirinya karena pertumbuhan yang dikuatkan di kredit, pertumbuhan kredit barunya,” ujar Widodo saat media workshop KB Bank di Jakarta, Kamis (24/9/2026). Lebih lanjut, Widodo mengatakan, KB Bank menargetkan pertumbuhan kredit sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) berada di kisaran
high single digit hingga
low double digit. Namun, melihat perkembangan kredit baru hingga Juni 2026, perseroan melihat terdapat ruang untuk mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi apabila momentum tersebut dapat dipertahankan hingga akhir tahun. Menurut Widodo, pertumbuhan kredit baru hingga Juni 2026 sudah mendekati 13%. Jika laju tersebut dapat dipertahankan sampai akhir tahun, pertumbuhan kredit baru secara tahunan berpotensi mencapai sekitar 15%-18%. “Kalau kami mempertahankan
pace seperti ini, pertumbuhan
year to date Desember 2025 terhadap Desember 2026 itu bisa mungkin sekitar 15%-18%,” katanya. Untuk mencapai target tersebut, KB Bank akan melanjutkan strategi pengembangan ekosistem bisnis. Widodo mengatakan, pendekatan tersebut membutuhkan waktu lantaran KB Bank tidak hanya masuk melalui satu pintu, tetapi memanfaatkan berbagai titik dalam rantai bisnis nasabah.
Menurutnya, proses untuk menghubungkan berbagai bagian dalam ekosistem biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 bulan-6 bulan. Setelah periode tersebut, rantai pasok dan peluang bisnis di dalamnya mulai lebih terpetakan. “Biasanya ada
time lag sekitar 3 bulan-6 bulan. Setelah 3 bulan-6 bulan itu mulai terpetakan
supply chain-nya,” jelas Widodo. Saat ini, KB Bank telah memiliki sekitar lima hingga enam ekosistem yang mulai dikembangkan. Namun, Widodo mengakui penetrasinya masih perlu ditingkatkan. Ia mengatakan, pengembangan ekosistem tersebut baru mulai dilakukan sejak awal tahun sehingga hasilnya masih terus berkembang.
“Pada hari ini ada kira-kira sekitar lima atau enam ekosistem, tapi itu pun masih perlu peningkatan. Penetrasinya juga belum sampai sesuai dengan yang kita mau, tetapi sudah menunjukkan hasil,” ujarnya.
Baca Juga: GoPay Perluas Layanan Pembayaran Antarnegara melalui QRIS Cross Border Dengan pengembangan ekosistem tersebut, KB Bank berharap dapat memperluas penetrasi pembiayaan sekaligus menangkap peluang bisnis dari berbagai rantai pasok yang terhubung dengan nasabah
wholesale banking. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News