KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) melihat pembiayaan ke sektor batubara masih cenderung moderat seiring dinamika harga komoditas global serta sikap pelaku usaha yang semakin selektif dalam melakukan ekspansi. Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie mengatakan saat ini permintaan pembiayaan dari pelaku usaha batubara tidak menunjukkan pertumbuhan agresif. Namun, kebutuhan kredit tetap ada, terutama dari perusahaan yang memiliki fundamental kuat. “Kami melihat dinamika di industri batubara saat ini membuat pelaku usaha cenderung lebih selektif dalam ekspansi. Permintaan kredit tidak menunjukkan pertumbuhan agresif, namun tetap ada kebutuhan pembiayaan dari debitur dengan fundamental kuat dan kontrak jangka panjang,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: KB Bank Gelar RUPSLB 12 Maret 2026, Ini Dua Agendanya Dari sisi portofolio, Kunardy menyebut eksposur KB Bank terhadap subsektor batubara relatif kecil sehingga pergerakan sektor tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perseroan secara keseluruhan. “Eksposur kami ke subsektor batubara relatif kecil dan tidak material terhadap total portofolio kredit, sehingga pergerakan sektor ini tidak berdampak signifikan terhadap kinerja bank secara keseluruhan,” katanya. Menurutnya, sentimen pelaku usaha di sektor tersebut saat ini lebih berfokus pada efisiensi operasional serta penguatan arus kas di tengah fluktuasi harga komoditas global. Ke depan, KB Bank memperkirakan pertumbuhan kredit di sektor batubara akan tetap terbatas. Hal ini karena sektor tersebut sangat dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas serta faktor global lainnya. “Kami memperkirakan pertumbuhan kredit di segmen ini akan cenderung moderat,” jelas Kunardy.
Baca Juga: KB Bank Yakin Kredit Perdagangan dan Industri Pengolahan Tumbuh di 2026 Meski demikian, sektor batubara bukan menjadi fokus utama pertumbuhan kredit KB Bank. Perseroan memilih untuk mengarahkan strategi pembiayaan ke sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang. “Strategi pertumbuhan kredit kami tetap terdiversifikasi dan diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat dan prospek jangka panjang,” tambahnya. Dari sisi kualitas aset, Kunardy memastikan portofolio kredit di sektor pertambangan yang dimiliki KB Bank masih terjaga dengan baik. “Kualitas aset di sektor pertambangan dalam portofolio kami tetap terjaga dengan baik. Secara keseluruhan kami menargetkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tetap berada pada level yang prudent dan terkendali sesuai risk appetite bank,” jelasnya. Untuk menjaga kualitas kredit, KB Bank juga melakukan pemantauan secara berkala terhadap sektor yang sensitif terhadap volatilitas harga komoditas.
Baca Juga: Kredit Investasi KB Bank Tumbuh Positif, NPL Terjaga di Kisaran 1% “Kami juga secara berkala melakukan monitoring dan stress testing terhadap sektor yang sensitif terhadap volatilitas harga komoditas,” imbuhnya. Dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor batubara, KB Bank menerapkan pendekatan selektif berbasis risiko. Bank hanya mempertimbangkan pembiayaan kepada perusahaan yang memiliki fundamental kuat, struktur biaya yang kompetitif, serta arus kas yang resilien.
Secara strategis, KB Bank juga mengarahkan pertumbuhan kredit ke sektor-sektor yang memiliki nilai tambah serta mendukung keberlanjutan jangka panjang, seperti sektor manufaktur, perdagangan domestik, supply chain, serta pembiayaan yang mendukung transformasi energi. “Bagi KB Bank, pertumbuhan bukan semata-mata soal ekspansi, tetapi tentang kualitas, disiplin risiko, dan keberlanjutan. Di tengah dinamika global, kami memilih untuk bertumbuh secara prudent, terukur, dan berorientasi jangka panjang,” tutup Kunardy.
Baca Juga: KB Bank: Tekanan Imbas Pelemahan Rupiah Terhadap Kualitas Aset Tidak Signifikan Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News