KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (
BBKP) menunda rencana penerbitan obligasi global berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya ditargetkan pada semester II-2026. Keputusan ini diambil di tengah dinamika pasar keuangan global dan domestik yang memengaruhi biaya serta persyaratan pendanaan.
Padahal, KB Bank sebelumnya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung rencana penerbitan obligasi global senior tersebut.
Baca Juga: KB Bank Tunda Penerbitan Obligasi Global, Analis Soroti Risiko Pendanaan Salah satunya dengan menunjuk kantor akuntan publik (KAP) untuk mengaudit laporan keuangan interim konsolidasian yang berakhir pada 30 Juni 2026. Dalam keterbukaan informasi sebelumnya, Finance Director KB Bank Jang Hyuk Im menyampaikan bahwa laporan keuangan interim yang telah diaudit akan disampaikan paling lambat 30 September 2026 sesuai ketentuan yang berlaku. Audit tersebut menjadi salah satu persiapan perseroan untuk mendukung rencana penerbitan obligasi global senior pada paruh kedua tahun ini. Jang Hyuk Im mengatakan, perseroan kini tengah mengevaluasi strategi pendanaan, termasuk rencana penerbitan obligasi dalam mata uang dolar AS. "Dalam menyikapi dinamika pasar keuangan global dan domestik, KB Bank senantiasa melakukan evaluasi terhadap strategi pendanaan Bank, termasuk rencana penerbitan obligasi dalam mata uang dolar AS (US Dollar Bond)," ujar Jang Hyuk Im kepada Kontan, Rabu (4/11/2026). Menurutnya, keputusan penundaan tersebut telah mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar global dan domestik, termasuk pergerakan suku bunga serta aspek biaya dan persyaratan pendanaan. Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya KB Bank mengelola strategi pendanaan secara terukur dan hati-hati. Meski demikian, penundaan ini tidak mengubah strategi pendanaan jangka panjang perseroan.
Baca Juga: KB Bank Rampungkan Divestasi 85% Saham KB Bukopin Finance ke JB Woori Capital KB Bank juga tetap mengevaluasi berbagai alternatif pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan kondisi pasar. Dalam menjalankan strategi tersebut, perseroan mendapat dukungan penuh dari KB Kookmin Bank selaku pemegang saham mayoritas serta KB Financial Group. Sebagai catatan, KB Bank sebelumnya telah menerbitkan obligasi global senior unsecured notes senilai US$ 300 juta pada Oktober 2024. Penentuan harga atau pricing obligasi tersebut dilakukan pada 23 Oktober 2024 di Singapura, dengan penyelesaian transaksi pada 30 Oktober 2024. Obligasi tersebut memiliki tenor tiga tahun dan akan jatuh tempo pada 30 Oktober 2027. Instrumen utang itu tercatat di Singapore Stock Exchange (SGX-ST) dan diterbitkan berdasarkan ketentuan Regulation S (Reg S) dalam US Securities Act. Penerbitan obligasi global pada 2024 merupakan bagian dari strategi KB Bank untuk mendiversifikasi sumber pendanaan jangka panjang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman luar negeri jangka pendek. Dengan adanya kewajiban obligasi global yang akan jatuh tempo pada Oktober 2027, perseroan perlu mempersiapkan alternatif pendanaan untuk memenuhi kewajiban tersebut. Di sisi lain, kondisi fundamental KB Bank masih menghadapi tantangan. Pada kuartal III-2026, KB Bank mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 184,17 miliar. Kinerja tersebut berbalik dari laba bersih sebesar Rp 288,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pendapatan Bunga Bersih KB Bank Melonjak 28,94% hingga September 2026 Selain itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross KB Bank tercatat sebesar 10,26% per September 2026. Sebagai alternatif pendanaan, KB Bank juga telah menerbitkan obligasi subordinasi di pasar domestik pada Oktober 2026 dengan tingkat kupon masing-masing sebesar 8,95% dan 9,30%. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News