KBank Indonesia (BMAS) Terima Pinjaman US$ 10 Juta dari Kasikornbank Global



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk alias KBank Indonesia (BMAS) memperoleh fasilitas pinjaman bilateral dari sang ultimate shareholder, Kasikornbank Public Company Limited (KBank), senilai US$ 10 juta.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/11/2026), fasilitas pinjaman dari bank asal Thailand tersebut bertenor hingga 6 bulan sejak tanggal penarikan.

Dalam fasilitas ini, KBank Indonesia dibebani tingkat suku bunga SOFR (Secured Overnight Financing Rate) ditambah margin yang disesuaikan dengan kondisi pasar yang berlaku.


Baca Juga: OJK Ungkap Aset Industri Asuransi Naik Tembus Rp 976,78 Triliun per September 2026

Direktur Utama KBank Indonesia Kasemsri Charoensiddh, menjelaskan bahwa suntikan dana ini bakal dialokasikan untuk menjaga ketahanan finansial perseroan serta memperluas ekspansi pembiayaan.

"Transaksi Pinjaman Bilateral ini dilakukan untuk mendukung likuiditas tenor jangka pendek dan menunjang penyaluran kredit Perseroan kepada nasabah," ujar Kasemsri.

Dalam transaksi ini, KBank bertindak langsung sebagai pihak pemberi pinjaman dan KBank Indonesia sebagai penerima pinjaman. Transaksi tersebut dikategorikan sebagai transaksi afiliasi mengingat KBank merupakan pemegang saham pengendali tertinggi (ultimate shareholder) perseroan.

KBank memegang kendali melalui anak perusahaannya, Kasikorn Vision Financial Company Pte. Ltd. (KVF), yang menguasai 86,03% saham perusahaan, atau secara total memegang 89,48% kepemilikan melalui Kasikornbank Group.

Manajemen memastikan bahwa penerimaan fasilitas pinjaman bilateral ini tak mengandung benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK (POJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. 

Transaksi ini juga dipastikan tak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Baca Juga: Piutang Pembiayaan Multifinance Capai Rp 518,34 Triliun per September 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News