KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (
BMAS) melihat permintaan kredit investasi tetap kuat hingga akhir 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi usaha, peningkatan kapasitas produksi, serta aktivitas investasi di berbagai sektor strategis. Direktur Utama KBank Indonesia Kasemsri Charoensiddhi mengatakan, permintaan kredit investasi sepanjang tahun ini masih menunjukkan tren positif. Kondisi tersebut mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Indonesia.
“Ke depan hingga akhir 2026, kami optimistis pertumbuhan kredit investasi masih memiliki ruang yang baik. Namun, kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kualitas aset,” ujar Kasemsri kepada kontan.co.id, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga: Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) Sudah Gunakan Rp1,6 Triliun Dana Rights Issue Meski demikian, KBank Indonesia belum menyebutkan target pertumbuhan kredit investasi hingga akhir tahun. Perseroan menekankan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan menjadi prioritas dibandingkan mengejar pertumbuhan dari sisi volume semata. Di sisi lain, sebagai bagian dari Kasikornbank Group, KBank Indonesia juga berperan menghubungkan investor regional dengan peluang bisnis di Indonesia. Kasemsri mengatakan, KBank Indonesia memanfaatkan jaringan regional untuk mendukung perusahaan yang ingin memperluas operasi maupun berinvestasi di Indonesia. Selain pembiayaan, perseroan menyediakan layanan transaksi perbankan, treasury, serta solusi bisnis lintas negara. Menurutnya, minat pelaku usaha regional terhadap Indonesia masih cukup positif. Namun, pertumbuhan kredit KBank Indonesia tidak hanya mengandalkan perusahaan yang memiliki koneksi dengan Thailand.
Baca Juga: Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) Gelar Rights Issue Rp 1 Triliun, Simak Rinciannya “Kami melihat peluang pertumbuhan yang menarik baik dari nasabah domestik maupun regional. Oleh karena itu, strategi kami berfokus pada perluasan basis nasabah, peningkatan diversifikasi portofolio, serta menjaga keseimbangan komposisi sektor dan segmen pelanggan,” katanya. Kasemsri menyebut sebagian besar pertumbuhan kredit KBank Indonesia saat ini berasal dari perusahaan nasional Indonesia serta perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia. Sementara itu, perusahaan yang memiliki koneksi bisnis dengan Thailand tetap menjadi segmen strategis. Ke depan, koneksi bisnis dengan Thailand akan tetap menjadi salah satu keunggulan KBank Indonesia. Namun, perseroan juga terus memperluas pembiayaan kepada korporasi domestik, perusahaan multinasional, serta sektor yang memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan baik.
“Pendekatan kami adalah membangun pertumbuhan yang seimbang dengan memanfaatkan kekuatan jaringan regional sekaligus memperkuat kehadiran di pasar domestik,” tutur Kasemsri.
Baca Juga: Bank Maspion Resmi Berganti Nama Menjadi Bank Kasikorn Indonesia Dengan strategi tersebut, KBank Indonesia menargetkan dapat mendukung ekspansi dunia usaha sekaligus mendorong arus investasi ke Indonesia dan pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News