JAKARTA. Rencana investasi kereta cepat yang semula mencapai US$ 5,5 miliar berpotensi turun lantaran adanya pengurangan panjang lintasan. Saat ini, PT Kereta Cepat Indonesia China tengah merevisi studi kelayakan atawa feasibility study (FS) yang akan memuat perubahan nilai investasi. Hanggoro Budi Wiryawan, Direktur Utama KCIC mengatakan, panjang lintasan kereta berkurang lantaran ada perubahan dari awalnya rute Gambir menuju Tegal Luar menjadi Halim menuju Tegal Luar. Yakni, dari semula 150 kilometer (km) menjadi 142,3 km.
KCIC revisi studi kelayakan investasi kereta cepat
JAKARTA. Rencana investasi kereta cepat yang semula mencapai US$ 5,5 miliar berpotensi turun lantaran adanya pengurangan panjang lintasan. Saat ini, PT Kereta Cepat Indonesia China tengah merevisi studi kelayakan atawa feasibility study (FS) yang akan memuat perubahan nilai investasi. Hanggoro Budi Wiryawan, Direktur Utama KCIC mengatakan, panjang lintasan kereta berkurang lantaran ada perubahan dari awalnya rute Gambir menuju Tegal Luar menjadi Halim menuju Tegal Luar. Yakni, dari semula 150 kilometer (km) menjadi 142,3 km.