JAKARTA. Mandatori Indonesian Sustainable Palm Oil System atau ISPO tidak hanya milik pengusaha minyak kelapa sawit. Kementerian Pertanian membidik petani rakyat kelapa sawit untuk turut memiliki sertifikat ISPO. Kementan menargetkan dalam waktu lima tahun, petani rakyat kelapa sawit telah tersertifikat ISPO. Yusni Emilia Harahap, Dirjen Pengolahan dan Pengembangan Hasil Pertanian Kementan mengatakan, semangat untuk mencapai perkebunan kelapa sawit yang berkesinambungan dan ramah lingkungan. Bukan hanya milik industri saja tapi sebaiknya juga merambah petani rakyat. "Memang semuanya bertahap dan tidak langsung. Misalnya kami wajibkan terlebih dulu bagi industri kelapa sawit yang telah memiliki kebun plasma. Jadi industrinya memiliki ISPO, petani binaan mereka juga harus memiliki ISPO," kata Yusni pada Senin (6/10) di Gedung Kementan.
Ke depan, seluruh petani sawit bersertifikat ISPO
JAKARTA. Mandatori Indonesian Sustainable Palm Oil System atau ISPO tidak hanya milik pengusaha minyak kelapa sawit. Kementerian Pertanian membidik petani rakyat kelapa sawit untuk turut memiliki sertifikat ISPO. Kementan menargetkan dalam waktu lima tahun, petani rakyat kelapa sawit telah tersertifikat ISPO. Yusni Emilia Harahap, Dirjen Pengolahan dan Pengembangan Hasil Pertanian Kementan mengatakan, semangat untuk mencapai perkebunan kelapa sawit yang berkesinambungan dan ramah lingkungan. Bukan hanya milik industri saja tapi sebaiknya juga merambah petani rakyat. "Memang semuanya bertahap dan tidak langsung. Misalnya kami wajibkan terlebih dulu bagi industri kelapa sawit yang telah memiliki kebun plasma. Jadi industrinya memiliki ISPO, petani binaan mereka juga harus memiliki ISPO," kata Yusni pada Senin (6/10) di Gedung Kementan.