KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Peruri terus memperkuat sistem keamanan operasional untuk menjaga kelangsungan bisnis di industri sekuriti. Bagi perusahaan yang memproduksi dokumen dan instrumen bernilai tinggi milik negara ini, aspek keselamatan, termasuk perlindungan dari risiko kebakaran, menjadi fondasi utama untuk memastikan operasional tetap berjalan tanpa gangguan. Sebagai perusahaan yang memegang mandat strategis negara, Peruri menempatkan fire safety sebagai bagian penting dari strategi business continuity dan perlindungan aset negara.
Sistem perlindungan kebakaran tidak hanya dibangun untuk memenuhi regulasi, tetapi dirancang menyatu dengan proses produksi dan pengelolaan fasilitas yang berstandar keamanan tinggi.
Baca Juga: Kepercayaan Publik Dinilai Jadi Kunci Keberlanjutan Industri Aset Digital Direktur SDM, Teknologi dan Informasi Peruri, Gandung Anggoro Murdani menegaskan bahwa penguatan sistem keselamatan menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan operasional perusahaan. “Sebagai perusahaan yang mengemban mandat strategis negara, Peruri tidak hanya dituntut menjaga keandalan operasional, tetapi juga memastikan setiap proses berjalan dengan standar keselamatan tertinggi,” ujar Gandung dalam siaran pers, Senin (9/3/2026). Untuk memastikan hal tersebut, Peruri membangun sistem proteksi kebakaran yang komprehensif, mulai dari infrastruktur teknis hingga kesiapan sumber daya manusia. Dari sisi fasilitas, perusahaan mengoperasikan lima unit pompa hydrant, 108 hydrant pillar, 154 sistem hydrant gedung, serta 2.871 sprinkler head yang tersebar di berbagai area operasional. Selain itu, sistem keamanan juga diperkuat dengan dua unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas 3.000 liter dan 10.000 liter, didukung 859 alat pemadam api ringan (APAR) serta ribuan detektor asap dan panas yang terintegrasi di seluruh fasilitas produksi dan gedung operasional.
Baca Juga: Kemenperin dan Asaki Ungkap Prospek Industri Keramik Nasional di WCTF 2025 Fasilitas evakuasi juga menjadi bagian penting dalam sistem mitigasi risiko. PERURI menyiapkan 117 pintu darurat yang terhubung langsung dengan jalur evakuasi dan titik kumpul di setiap gedung untuk memastikan proses evakuasi dapat berlangsung cepat jika terjadi keadaan darurat. Seluruh sistem tersebut dijaga melalui pemeliharaan rutin dan pengujian berkala agar selalu siap digunakan. Di sisi sumber daya manusia, PERURI juga mengembangkan Emergency Response Plan (ERP) yang mencakup tahapan kesiapsiagaan, mitigasi, respons darurat, hingga pemulihan pascakejadian. Gandung menambahkan bahwa perusahaan juga terus menanamkan budaya keselamatan kepada seluruh karyawan agar menjadi bagian dari nilai kerja sehari-hari. “Karena itu kami terus memperkuat sistem pencegahan dan perlindungan kebakaran, meningkatkan kesiapsiagaan tim tanggap darurat, serta menanamkan budaya keselamatan sebagai bagian dari nilai kerja seluruh insan PERURI,” katanya. Komitmen tersebut mendapat pengakuan nasional melalui sejumlah penghargaan yang diraih Peruri dalam ajang Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026 di Jakarta. Perusahaan meraih tiga penghargaan sekaligus, yakni
Fire Safety Excellence Award untuk sektor
High Security Manufacturing, Innovation in Fire Safety Technology Award, serta
Safe Building Management & Fire Protection System Award. Baca Juga: Iperindo, Kemenperin dan KKP Ungkap Peluang & Tantangan Industri Kapal Nasional Pada ajang yang sama, Gandung Anggoro Murdani juga menerima penghargaan The Best Fire Safety Leadership Award atas kepemimpinannya dalam memperkuat implementasi sistem perlindungan kebakaran di lingkungan perusahaan. Penghargaan ini menegaskan upaya PERURI dalam membangun sistem keselamatan yang terintegrasi guna memastikan operasional industri sekuriti nasional tetap aman, tangguh, dan berkelanjutan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News