KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Danantara Investment Management (DIM) resmi diterima sebagai
associate member dalam
International Forum of Sovereign Wealth Funds (IFSWF). Keanggotaan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring investasi global, meski belum cukup untuk secara otomatis meningkatkan kepercayaan investor. Pengamat CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan bergabungnya Danantara ke IFSWF membawa manfaat karena menempatkan lembaga tersebut dalam jaringan
sovereign wealth fund (SWF) dunia.
Dengan begitu, Danantara memiliki ruang untuk bertukar praktik terbaik, berdiskusi, hingga menjajaki peluang kerja sama investasi dengan SWF dari berbagai negara.
Baca Juga: Gambarkan Daya Tarik Aset Indonesia Meski demikian, Yusuf mengingatkan bahwa IFSWF bukan lembaga sertifikasi maupun pemeringkat. Oleh karena itu, status sebagai anggota tidak serta-merta menjadi bukti bahwa tata kelola Danantara telah memenuhi standar terbaik ataupun membuat investor global langsung yakin untuk menanamkan modal. "Status ini memang membawa Danantara masuk ke dalam jaringan
sovereign wealth fund dunia dan membuka akses untuk berdiskusi, bertukar praktik terbaik, serta menjajaki kerja sama investasi. Namun, IFSWF bukan lembaga sertifikasi ataupun pemeringkat. Keanggotaan tidak otomatis menjadi bukti bahwa tata kelola Danantara sudah memenuhi standar terbaik atau membuat investor langsung lebih percaya," ujar Yusuf kepada Kontan, Jumat (17/7/2026). Menurut Yusuf, nilai utama dari keanggotaan tersebut justru terletak pada komitmen reputasi. Dengan bergabung ke IFSWF, Danantara menyatakan kesediaannya mengacu pada Santiago Principles yaitu seperangkat prinsip tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas yang menjadi acuan
sovereign wealth fund di dunia. Artinya, lanjut dia, publik maupun investor kini memiliki tolok ukur yang jelas untuk menilai apakah komitmen tersebut benar-benar dijalankan Danantara. "Kalau dalam beberapa tahun ke depan tidak diikuti laporan keuangan yang diaudit, transparansi investasi, serta kejelasan mandat, maka keanggotaan ini akan kehilangan makna dan hanya menjadi simbol," katanya.
Baca Juga: Danantara Tunjuk Mitra PSEL Tahap Kedua, Didominasi 4 Perusahaan Lokal Yusuf menilai keanggotaan di IFSWF dapat mempermudah akses awal Danantara kepada investor global. Sebab, Danantara kini berada dalam forum yang sama dengan sejumlah
sovereign wealth fund terbesar di dunia. Namun, keputusan investasi tetap akan ditentukan oleh fundamental lembaga. Investor, menurut dia, akan lebih mencermati kejelasan mandat investasi, independensi pengambilan keputusan dari kepentingan politik, kualitas laporan keuangan, hingga rekam jejak investasi yang mampu menghasilkan imbal balik secara konsisten. "Dengan kata lain, keanggotaan membuka pintu, tetapi tidak menjamin modal akan masuk," ujarnya. Karena itu, Yusuf menilai pekerjaan terbesar Danantara justru dimulai setelah resmi menjadi anggota IFSWF. Menurutnya, perusahaan harus membuktikan bahwa komitmen terhadap standar internasional benar-benar diterapkan dalam operasional sehari-hari. Ia menyarankan Danantara rutin mempublikasikan implementasi
Santiago Principles, menerbitkan laporan keuangan yang telah diaudit dengan standar internasional, memperjelas batas antara investasi komersial dan penugasan pemerintah, serta membangun rekam jejak melalui transaksi investasi yang benar-benar terealisasi dan memberikan hasil. "Kredibilitas di mata investor dibangun dari konsistensi eksekusi, bukan dari banyaknya nota kesepahaman atau keanggotaan forum internasional," tegas Yusuf.
Baca Juga: Peran BI Dinilai Krusial Jaga Daya Tarik SBN di Tengah Surutnya Kepemilikan Asing Sebelumnya, Holding Investasi Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) resmi diterima sebagai Associate Member International Forum of Sovereign Wealth Funds (IFSWF) setelah pengajuan keanggotaannya disetujui Dewan IFSWF pada awal 2026. Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan bergabungnya DIM ke IFSWF merupakan bagian dari komitmen Danantara untuk menerapkan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas sesuai standar internasional. "Sebagai pengelola aset nasional Indonesia, kami bertekad membangun institusi yang memenuhi standar internasional tertinggi sehingga kami dapat menjalankan mandat investasi bagi rakyat Indonesia," ujar Pandu dalam keterangan resmi, Kamis (17/7). Sebagai Associate Member, DIM bergabung dengan jaringan global sovereign wealth fund yang berkomitmen menerapkan Santiago Principles, yakni 24 prinsip dan praktik yang diakui secara internasional sebagai standar tata kelola, investasi, serta manajemen risiko bagi sovereign wealth fund. Melalui keanggotaan tersebut, Danantara berkesempatan mengikuti berbagai forum pertukaran pengetahuan, berbagi praktik terbaik, serta memperluas kerja sama dengan sovereign wealth fund dari berbagai negara.
Baca Juga: Yield SRBI Tenor Satu Tahun Tembus 7,74%, Daya Tarik Obligasi Negara Kian Tergerus Selain itu, Danantara juga akan menyelaraskan kerangka tata kelolanya dengan standar global, termasuk melalui proses
self-assessmentterhadap implementasi Santiago Principles sebagai bagian dari penguatan tata kelola kelembagaan. Chief Executive IFSWF Duncan Bonfield menyambut bergabungnya Danantara sebagai anggota baru forum tersebut. Menurutnya, sejak didirikan Danantara telah menunjukkan komitmen terhadap penerapan tata kelola yang baik, profesionalisme, dan transparansi, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi komunitas sovereign wealth fund global. Danantara menyatakan akan memanfaatkan status Associate Member sebagai landasan untuk memperdalam keterlibatan dengan komunitas investor sovereign dunia sekaligus memperkuat kredibilitas lembaga dalam mengelola investasi jangka panjang. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News