LONDON. Uni Eropa bersiap kehilangan salah satu anggotanya: Inggris. Lewat referendum pada 23 Juni 2016 mendatang, rakyat Negeri Ratu Elizabeth II bakal menentukan, apakah Inggris tetap menjadi bagian atau keluar dari Uni Eropa, yang populer dengan sebutan British exit atawa Brexit. Pro dan kontra Brexit pun mencuat. Perdana Menteri Inggris David Cameron yang menyampaikan pengumuman bersejarah soal pelaksanaan referendum itu, Sabtu (20/2), menegaskan, dirinya tidak sepakat Inggris hengkang dari keanggotaan di Uni Eropa. "Pilihan ada di tangan Anda, tapi rekomendasi saya adalah jelas. Saya percaya Inggris akan lebih aman, lebih kuat, dan lebih baik dalam Uni Eropa yang telah direformasi," tegas dia saat mengumumkan tanggal pagelaran referendum setelah rapat kabinet.
Keanggotaan Inggris di Eropa ditentukan referendum
LONDON. Uni Eropa bersiap kehilangan salah satu anggotanya: Inggris. Lewat referendum pada 23 Juni 2016 mendatang, rakyat Negeri Ratu Elizabeth II bakal menentukan, apakah Inggris tetap menjadi bagian atau keluar dari Uni Eropa, yang populer dengan sebutan British exit atawa Brexit. Pro dan kontra Brexit pun mencuat. Perdana Menteri Inggris David Cameron yang menyampaikan pengumuman bersejarah soal pelaksanaan referendum itu, Sabtu (20/2), menegaskan, dirinya tidak sepakat Inggris hengkang dari keanggotaan di Uni Eropa. "Pilihan ada di tangan Anda, tapi rekomendasi saya adalah jelas. Saya percaya Inggris akan lebih aman, lebih kuat, dan lebih baik dalam Uni Eropa yang telah direformasi," tegas dia saat mengumumkan tanggal pagelaran referendum setelah rapat kabinet.