KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Temuan State of Snacking 2024 mengungkapkan, kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia terus meningkat bahkan melebihi makanan utama. Tercatat konsumsi rata-rata camilan di masyarakat mencapai tiga kali per hari, sementara makanan utama hanya dua kali per hari. Bahkan, 73% responden menyatakan, mereka tidak bisa hidup tanpa camilan. Sejalan temuan tersebut, Saskhya Aulia Prima, Psikolog dan Co Founder Rumah Psikologi TigaGenerasi menjelaskan peran dan makna camilan dari sisi kebutuhan emosional. “Aktivitas ngemil bisa memberikan jeda di tengah aktivitas sehari-hari. Sembari menikmati camilan kita bisa menjadikannya sebagai momentum relaksasi dan bersantai sejenak," terang Sashkya, Kamis (15/5). Baca Juga: Bidik Anak Muda yang Suka Ngemil, Cimory Luncurkan Cimory Yogurt Bites
Kebiasaan Ngemil Masyarakat Terus Meningkat, Perhatikan Kebutuhan dan Nilai Gizi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Temuan State of Snacking 2024 mengungkapkan, kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia terus meningkat bahkan melebihi makanan utama. Tercatat konsumsi rata-rata camilan di masyarakat mencapai tiga kali per hari, sementara makanan utama hanya dua kali per hari. Bahkan, 73% responden menyatakan, mereka tidak bisa hidup tanpa camilan. Sejalan temuan tersebut, Saskhya Aulia Prima, Psikolog dan Co Founder Rumah Psikologi TigaGenerasi menjelaskan peran dan makna camilan dari sisi kebutuhan emosional. “Aktivitas ngemil bisa memberikan jeda di tengah aktivitas sehari-hari. Sembari menikmati camilan kita bisa menjadikannya sebagai momentum relaksasi dan bersantai sejenak," terang Sashkya, Kamis (15/5). Baca Juga: Bidik Anak Muda yang Suka Ngemil, Cimory Luncurkan Cimory Yogurt Bites