Kebijakan Analog Switch Off Berdampak Terhadap Kinerja Media Nusantara Citra (MNCN)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan Analog Switch Off (ASO) berdampak pada kinerja PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN). Pasalnya, pendapatan dan laba bersih MNCN merosot sepanjang 2022. 

MNCN membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 9,06 triliun. Capaian itu merosot 9,46% secara tahunan atau year on year (YoY) dari Rp 10 triliun. 

Sementara laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih MNCN mencapai Rp 2,05 triliun. Capain itu turun 15,38% secara tahunan dari Rp 2,43 triliun di 2021. 


Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo bilang penurunan itu disebabkan oleh implementasi ASO di wilayah Jabodetabek pada kuartal keempat 2022, yang mengakibatkan banyak pengiklan menahan pengeluaran pemasaran. 

"Terutama pada TV Free Trade Agreement (FTA) yang mewakili sebagian besar dari pendapatan perseroan sekitar 58% pada 2022," kata Hary dalam keterangannya, Sabtu (25/3). 

Baca Juga: Raih Pendapatan Rp 9 Triliun, Laba Bersih Media Nusantara Citra (MNCN) Turun 15,38%

Untuk gambaran, pendapatan dari iklan berkontribusi sebesar Rp 7,82 triliun. Iklan digital melonjak 25,33% YoY menjadi Rp 2,53 triliun. Lalu, iklan non-digital turun 26,41% YoY menuju Rp 5,28 triliun. 

Kendati demikian, Hary menyampaikan MNCN mampu mempertahankan 40,5% pangsa pemirsa gabungan di seluruh saluran FTA. Selain itu, MNCN berhasil mendominasi kue iklan sebesar 44,9%. 

"Tahun ini juga merupakan tahun ekspansi dan kolaborasi, dengan berbagai inisiatif yang dihadirkan oleh unit digital kami, MNC Digital Entertainment," ucap dia. 

Secara keseluruhan, lanjut Hary, MNCN siap untuk masuk ke babak selanjutnya dan bersemangat untuk memasuki 2023 dengan banyak peluang yang akan datang di tahun ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .