KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) menilai implementasi mandatori biodiesel 50% alias B50 berpotensi memangkas anggaran melalui defisit dana sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto menyebutkan, data riset Traction Energy Asia menunjukkan bahwa kebijakan B50 diproyeksikan dapat menguras anggaran melalui defisit dana sawit BPDPKS hingga mencapai Rp 28 triliun, serta menghilangkan penerimaan negara baik pajak badan, bea keluar, hingga pungutan sebesar Rp 620 triliun dalam periode 10 tahun. Adapun risiko ini dinilai bisa terjadi jika kebijakan B50 tidak disertai langkah pembenahan atau debottlenecking dalam aspek produktivitas. Darto mengatakan, dampak penurunan harga tandan buah segar (TBS) juga akan langsung dirasakan di tingkat petani, mengingat harga TBS mengikuti harga CPO setelah dikurangi berbagai pungutan dan biaya.
Kebijakan B50 Dinilai Bisa Picu Defisit Dana Sawit hingga Rp 28 Triliun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) menilai implementasi mandatori biodiesel 50% alias B50 berpotensi memangkas anggaran melalui defisit dana sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto menyebutkan, data riset Traction Energy Asia menunjukkan bahwa kebijakan B50 diproyeksikan dapat menguras anggaran melalui defisit dana sawit BPDPKS hingga mencapai Rp 28 triliun, serta menghilangkan penerimaan negara baik pajak badan, bea keluar, hingga pungutan sebesar Rp 620 triliun dalam periode 10 tahun. Adapun risiko ini dinilai bisa terjadi jika kebijakan B50 tidak disertai langkah pembenahan atau debottlenecking dalam aspek produktivitas. Darto mengatakan, dampak penurunan harga tandan buah segar (TBS) juga akan langsung dirasakan di tingkat petani, mengingat harga TBS mengikuti harga CPO setelah dikurangi berbagai pungutan dan biaya.
TAG: