Kebijakan ECB Pengaruhi Euro, Inflasi Pangan Jadi Sorotan Utama



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar Euro (EUR) bertahan di dekat US$ 1,18 karena investor mencerna data inflasi terbaru dan implikasinya terhadap kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB). 

Seperti dikutip Trading economics, Jumat (27/2), Indeks Harga Konsumen (CPI) regional Jerman menunjukkan penurunan tekanan harga pada bulan Februari, sementara indeks harmonisasi Uni Eropa Prancis meningkat menjadi 1,1% dari 0,4% pada Januari, di atas perkiraan 0,7%. 

Di Spanyol, Harmonised Index of Consumer Prices (HICP) naik 2,5%, melebihi angka Januari sebesar 2,4% dan ekspektasi pasar sebesar 2,3%. 


Pasar saat ini hanya memberikan probabilitas 30% untuk penurunan suku bunga ECB pada bulan Desember. Berbicara kepada Parlemen Eropa pada hari Kamis, Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan inflasi utama diperkirakan akan mendekati target 2% dalam jangka menengah. 

Inflasi pangan, yang penting bagi persepsi konsumen, diproyeksikan sedikit di atas 2% pada akhir tahun ini. Ia menambahkan bahwa ECB akan memantau pergerakan mata uang tetapi tidak berencana untuk melakukan intervensi langsung di pasar valuta asing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: