Kebijakan Makroprudensial Pro Growth BI Sudah Cukup, Belanja Fiskal Harus Dipercepat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) sudah menerapkan kebijakan makroprudensial longgar pada tahun 2023 dan berencana akan mempertahankannya pada tahun 2024.

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai, kebijakan makroprudensial longgar dari BI sudah efektif dalam turut mendorong pertumbuhan ekonomi. 

“Di tengah global yang tidak pasti, BI sudah memberikan kebijakan makroprudensial longgar yang sejauh ini sudah dirasakan manfaatnya,” terang Riefky kepada Kontan.co.id, Jumat (8/12). 


Pun pada tahun 2024, Riefky menilai tidak banyak opsi penambahan insentif makroprudensial lain dari BI. 

Baca Juga: BI akan Pertahankan Kebijakan Makroprudensial Longgar Pada 2024

Namun, yang perlu diperhatikan adalah era suku bunga tinggi yang mungkin masih berada dalam beberapa waktu ke depan. 

“Sehingga di tengah tren suku bunga tinggi, perlu diperhatikan oleh BI kalau penyaluran kredit tetap harus berjalan,” tambahnya. 

Plus selain itu, Riefky juga mengimbau dari pihak pemerintah untuk terus memperkuat belanja pemerintah. Karena ini juga akan memengaruhi terhadap ketersediaan likuiditas. 

Plus, belanja fiskal yang dipercepat akan juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah ketidakpastian global yang ada. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi