KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) memunculkan ekspektasi perubahan arah kebijakan moneter AS. Namun, pasar belum sepenuhnya yakin perubahan itu akan terjadi secepat dan sedalam yang diinginkan Trump, terutama terkait pemangkasan suku bunga. Warsh dinilai memenuhi banyak kriteria Trump. Ia memiliki kedekatan politik dengan presiden, jaringan kuat di Wall Street, serta rekam jejak sebagai mantan Gubernur The Fed periode 2006–2011. Kendati demikian, sikapnya yang dikenal hawkish terhadap inflasi justru menimbulkan tanda tanya besar, seberapa agresif ia akan menurunkan suku bunga. Sebelumnya, Trump mendorong pemangkasan suku bunga hingga mendekati level krisis, sekitar 1%. Target ini dinilai terlalu ekstrem bagi Warsh, terlebih dengan kondisi inflasi dan data ekonomi AS yang belum sepenuhnya memberi ruang. Selain itu, keputusan The Fed juga bergantung pada pandangan 18 anggota pembuat kebijakan lainnya.
Kebijakan Moneter AS, Ini Dampak Warsh Pimpin The Fed pada Ekonomi Global
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) memunculkan ekspektasi perubahan arah kebijakan moneter AS. Namun, pasar belum sepenuhnya yakin perubahan itu akan terjadi secepat dan sedalam yang diinginkan Trump, terutama terkait pemangkasan suku bunga. Warsh dinilai memenuhi banyak kriteria Trump. Ia memiliki kedekatan politik dengan presiden, jaringan kuat di Wall Street, serta rekam jejak sebagai mantan Gubernur The Fed periode 2006–2011. Kendati demikian, sikapnya yang dikenal hawkish terhadap inflasi justru menimbulkan tanda tanya besar, seberapa agresif ia akan menurunkan suku bunga. Sebelumnya, Trump mendorong pemangkasan suku bunga hingga mendekati level krisis, sekitar 1%. Target ini dinilai terlalu ekstrem bagi Warsh, terlebih dengan kondisi inflasi dan data ekonomi AS yang belum sepenuhnya memberi ruang. Selain itu, keputusan The Fed juga bergantung pada pandangan 18 anggota pembuat kebijakan lainnya.
TAG: