KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melonggarkan aturan penggunaan solar bebas pajak untuk membantu menekan biaya bahan bakar yang melonjak. Namun, kebijakan tersebut menuai kekhawatiran dari kalangan petani karena risiko denda akibat penggunaan bahan bakar tersebut di jalan raya masih membayangi. Trump menandatangani perintah eksekutif pada Oktober ini untuk memperluas akses terhadap solar berwarna merah (red-dyed diesel), bahan bakar yang umumnya digunakan untuk mesin pertanian dan dibebaskan dari pajak bahan bakar jalan raya. Kebijakan ini diambil ketika kenaikan harga bahan bakar membebani masyarakat menjelang pemilihan paruh waktu AS. Pemerintahan Trump berupaya menekan harga energi sekaligus memperbaiki tingkat persetujuan publik terhadap kepemimpinannya melalui sejumlah kebijakan. Pada Senin (19/10/2026), Trump juga mengumumkan program dukungan finansial senilai US$ 8 miliar untuk membantu petani mengimbangi biaya solar selama musim panen musim gugur.
Selain itu, pemerintah AS melonggarkan sanksi terhadap pengiriman bahan bakar Rusia, mendorong negara-negara sekutu melepas cadangan minyak darurat, serta untuk sementara mencabut pembatasan penggunaan kapal berbendera asing untuk pelayaran antarpelabuhan AS. Meski demikian, harga bahan bakar masih tinggi akibat perang yang dipimpin AS melawan Iran.
Baca Juga: Pound Menguat, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Bank of England Jadi Penopang Dalam perintah eksekutifnya, Trump untuk sementara mengesampingkan persyaratan yang membatasi penggunaan solar merah hanya untuk kendaraan dan peralatan di luar jalan raya. Solar merah pada dasarnya memiliki karakteristik serupa dengan solar biasa atau solar bening (clear diesel), tetapi dibebaskan dari pajak bahan bakar jalan raya. Pewarna merah digunakan sebagai penanda bahwa pajak tersebut belum dibayarkan. Pelonggaran ini berpotensi memungkinkan petani menggunakan solar merah untuk mengangkut hasil panen menggunakan truk besar di jalan raya, selain untuk mengoperasikan traktor, mesin pemanen, dan peralatan pertanian lainnya. Namun, sejumlah petani menilai potensi penghematan bahan bakar tidak sebanding dengan risiko hukum yang mungkin timbul. Sisa pewarna merah yang tertinggal di tangki bahan bakar setelah kebijakan berakhir dapat menjadi persoalan apabila kendaraan diperiksa aparat. Setiap negara bagian memiliki aturan dan ketentuan pajak tersendiri terkait penggunaan solar merah. Pengemudi yang kedapatan menggunakan bahan bakar tersebut secara tidak sah di jalan raya dapat menghadapi denda hingga ribuan dolar AS. Internal Revenue Service (IRS), otoritas pajak federal AS, menyatakan tidak akan mengenakan sanksi atas penggunaan solar merah di jalan raya selama periode 1 Oktober hingga 31 Desember 2026. Namun, kebijakan Trump tersebut tidak mengubah ketentuan pajak dan sanksi yang berlaku di tingkat negara bagian. "Dalam pandangan saya, risikonya sama sekali tidak sebanding dengan manfaatnya," kata Glenn Brunkow, Presiden Kansas Farm Bureau, yang mengelola usaha tanaman pangan dan peternakan sapi di dekat Wamego, Kansas. "Residu itu mungkin masih ada di dalam tangki selama bertahun-tahun," tambahnya.
Baca Juga: Yunani Menyatakan Sedang Menerapkan Sanksi yang Berkaitan dengan Iran Denda penggunaan solar merah mencapai US$ 10.000 di Kansas
Petani biasanya menggunakan solar dalam jumlah besar selama musim panen musim gugur. Bahan bakar tersebut digunakan untuk mengoperasikan traktor, mesin pemanen gabungan, dan berbagai peralatan pertanian. Berdasarkan perintah eksekutif Trump, petani juga berpotensi menggunakan solar merah untuk mengangkut hasil panen ke pasar menggunakan truk besar yang biasanya memakai solar biasa. Namun, penerapannya tetap bergantung pada ketentuan masing-masing negara bagian. Kansas, salah satu produsen biji-bijian utama di AS, melarang penggunaan solar merah di jalan raya publik, kecuali bahan bakar tersebut dibeli secara sah di luar negara bagian tersebut. Menurut Departemen Pendapatan Kansas, pelanggar dapat dikenai tuduhan tindak pidana berat, penangguhan surat izin mengemudi, serta denda antara US$ 1.000 hingga US$ 10.000. Gubernur Kansas Laura Kelly dari Partai Demokrat mengatakan pemerintah negara bagian tidak dapat menerapkan perintah eksekutif Trump dalam bentuk yang telah dirumuskan. Patroli Jalan Raya Kansas juga mengkhawatirkan kebijakan tersebut dapat menyulitkan penegakan hukum setelah pembatasan normal penggunaan solar merah kembali diberlakukan. "Hal itu akan menimbulkan kesulitan bagi penegak hukum ketika solar merah kembali dikenai pembatasan penggunaan seperti semula," kata Kelly dalam sebuah pernyataan. Partai Demokrat berharap lonjakan biaya pertanian dapat meningkatkan dukungan terhadap mereka di wilayah Kansas, yang selama ini menjadi basis kuat Partai Republik, menjelang pemilihan paruh waktu pada November 2026. Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Taylor Rogers mengatakan Trump ingin menurunkan harga bahan bakar.
Baca Juga: Perang Memanas! Rusia Gempur Kyiv, Ukraina Kirim 630 Drone ke Arah Moskow "Presiden Trump tetap berkomitmen untuk mewujudkan dominasi energi Amerika, memangkas biaya, dan mengembalikan lebih banyak uang ke kantong keluarga pekerja keras Amerika," kata Rogers. Bagi Jay Sorg, petani generasi kelima di New Richland, Minnesota, kebijakan tersebut berpotensi menghemat biaya sekitar US$ 1.500 hingga US$ 2.000. Namun, penghematan itu dinilai belum cukup untuk mengimbangi kenaikan biaya bahan bakar dan input pertanian lainnya. Seperti banyak petani lain, Sorg membeli solar terlebih dahulu untuk kemudian disimpan di dalam tangki. "Dalam gambaran besar bisnis kami, jumlah itu tidak terlalu berarti, terutama karena kami sudah membeli bahan bakar dan menyimpannya di tangki untuk penggunaan di jalan raya," kata Sorg. "Ini adalah langkah untuk mencoba memenangkan suara," tambahnya. Petani lainnya, Ryan Wagner dari Roslyn, South Dakota, khawatir peningkatan penggunaan solar merah bebas pajak dapat mengurangi penerimaan pemerintah yang digunakan untuk memelihara jalan raya. "Ini adalah rencana yang sangat berpandangan pendek dan bisa menjadi masalah bagi kita di masa depan," ujarnya.
Akses solar bebas pajak masih terbatas
Di luar sektor pertanian, pengendara kendaraan bermotor juga menghadapi kendala untuk memperoleh solar merah meskipun aturan penggunaannya dilonggarkan. Gubernur Iowa Kim Reynolds dari Partai Republik mengeluarkan proklamasi yang mengizinkan kendaraan menggunakan solar merah di jalan raya hingga Februari 2027. Namun, izin tersebut hanya berlaku bagi kendaraan yang mengangkut produk pertanian tertentu.
Baca Juga: TSMC Cari Alternatif Komponen Tanah Jarang, Antisipasi Pembatasan Ekspor China Di Texas, pengemudi diwajibkan mendaftar kepada pemerintah negara bagian untuk memanfaatkan penangguhan sementara pembatasan penggunaan solar merah di jalan raya.
Reuters mengunjungi empat lokasi di sekitar Houston yang tercantum secara daring sebagai penjual solar merah melalui perusahaan penyedia kartu bahan bakar bagi operator komersial. Hasilnya, tiga lokasi hanya menjual solar komersial, sedangkan pompa solar merah di lokasi keempat tidak berfungsi. Pemberitahuan di lokasi tersebut menyebutkan bahwa solar merah hanya diperuntukkan bagi keperluan pertanian dan tidak boleh digunakan di jalan raya. Vincenzo Lasalosi, seorang petugas pemadam kebakaran di Houston, mengatakan sempat mempertimbangkan penggunaan solar merah untuk truk Ram 2500 miliknya akibat tingginya harga solar. Namun, ia tidak mengetahui tempat untuk mendapatkan bahan bakar tersebut. "Bahkan jika saya menemukannya, kemungkinan lokasinya terlalu jauh dan tidak sepadan dengan biaya perjalanan untuk mengisi bahan bakar," katanya.