Kebijakan WFH Bagi ASN Dianggap Tak Efektif Tekan Konsumsi BBM Nasional



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di setiap hari jumat.  

Merespons hal ini, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda menilai bahwa kebijakan WFH bagi ASN ataupun karyawan swasta tidak efektif untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM). 

"Untuk ASN misalkan, jumlah yang kecil membuat penghematan BBM tidak akan signifikan bahkan bisa menyebabkan kenaikan konsumsi BBM karena WFA dilakukan di hari Jumat. Bagi swasta, karena ini sifatnya imbauan, saya rasa juga tidak akan berkurang terlalu signifikan," jelasnya pada Kontan.co.id, Minggu (5/4/2026). 


Baca Juga: Inflasi 2026 Diproyeksi 2,72% Jika Harga BBM Ditahan, Ekonom Ingatkan Risiko Lonjakan

Alih-alih menerapkan kebijakan WFH, Nailul justru mendorong adanya penggunaan transportasi umum.

Nailul menilai, transportasi umum ini bukan hanya terkait dengan penggunaan energi, tapi juga terkait tata kota dan lingkungan. 

"Adanya ancaman krisis energi seperti saat ini, harusnya jadi momentum untuk mempercepat pembangunan transportasi umum di perkotaan," ungkap Nailul. 

Nailul juga menegaskan mempercepat pembangunan transportasi umum tentu butuh kebijakan yang tepat dengan mengedepankan basis permintaan. 

"Misalkan membuat trayek yang sesuai, ataupun membuat halte dan pedestrian yang layak," jelas Nailul. 

Baca Juga: Harga BBM Pertalite & Pertamax Cs 1 April 2026 Tak Naik, Bagaimana di SPBU BP & Vivo?

Nailul juga turut menyoroti penggunaan transportasi umum ini juga harus berlaku bagi pejabat pemerintahan. Menurutnya, hal ini juga sekaligus menjadikan contoh yang baik bagi masyarakat dalam penghematan BBM. 

"Maka saya rasa mulai ada pembatasan penggunaan kendaraan pribadi bagi para pejabat. Menteri-menteri ini tidak perlu lagi lah naik mobil mewah, naik KRL, MRT, dan sebagainya," ujar Nailul. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News