KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengemudi ojek daring/online (ojol) menilai rencana kebijakan Work From Home (WFH)/Work From Anywhere (WFA) satu hari selama sepekan untuk aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan swasta berpotensi menurunkan jumlah order (pesanan) yang berdampak langsung pada penurunan pendapatan. Asal tahu saja, kebijakan WFH/WFA pasca libur Lebaran ini disebut sebagai upaya pemerintah untuk melakukan efisiensi bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini diambil imbas kenaikan harga minyak dunia yang disebabkan konflik di Timur Tengah. Presiden Federasi Serikat Pengemudi Daring Indonesia (FSpeed), Budiman Sudardi mengatakan, pengemudi ojol memahami wacana kebijakan ini memiliki tujuan baik untuk efisiensi dan pengurangan kemacetan. "Namun, kebijakan ini dapat menekan jumlah pesanan ojol, khususnya pada hari kerja yang biasanya menjadi puncak mobilitas masyarakat," jelasnya kepada Kontan, Selasa (24/3/2026).
Kebijakan WFH Satu Hari Sepekan Bisa Tekan Pendapatan Pengemudi Ojol Hingga 20%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengemudi ojek daring/online (ojol) menilai rencana kebijakan Work From Home (WFH)/Work From Anywhere (WFA) satu hari selama sepekan untuk aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan swasta berpotensi menurunkan jumlah order (pesanan) yang berdampak langsung pada penurunan pendapatan. Asal tahu saja, kebijakan WFH/WFA pasca libur Lebaran ini disebut sebagai upaya pemerintah untuk melakukan efisiensi bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini diambil imbas kenaikan harga minyak dunia yang disebabkan konflik di Timur Tengah. Presiden Federasi Serikat Pengemudi Daring Indonesia (FSpeed), Budiman Sudardi mengatakan, pengemudi ojol memahami wacana kebijakan ini memiliki tujuan baik untuk efisiensi dan pengurangan kemacetan. "Namun, kebijakan ini dapat menekan jumlah pesanan ojol, khususnya pada hari kerja yang biasanya menjadi puncak mobilitas masyarakat," jelasnya kepada Kontan, Selasa (24/3/2026).