Kebutuhan Ahli Pajak Meningkat, Kopijatigota Siapkan Talenta Muda



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan tenaga profesional di bidang perpajakan terus meningkat seiring perkembangan dunia usaha dan transformasi sistem perpajakan nasional. 

Melihat peluang tersebut, Komunitas Konsultan Pajak Indonesia Goes to AOTCA (Kopijatigota) meluncurkan Program Beasiswa Brevet Pajak Bakti Negeri untuk mempercepat lahirnya talenta muda yang siap terjun ke industri perpajakan.

Ketua Kopijatigota Rahmad Adam mengatakan dunia usaha kini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami regulasi pajak, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik.


Karena itu, program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Baca Juga: Nilai Restitusi Pajak Membengkak, Purbaya Siap Investigasi

"Kami ingin membuka jalan bagi mahasiswa agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja sejak masih di bangku kuliah. Melalui beasiswa ini, mereka tidak hanya mendapatkan ilmu perpajakan, tetapi juga bekal untuk membangun karier sebagai praktisi pajak profesional," ujar Rahmad dalam siaran pers, Jumat (5/6/2026).

Program tersebut digelar bekerja sama dengan Ravatra Academy, lembaga pendidikan dan pelatihan perpajakan berizin resmi.

Para peserta akan mendapatkan pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik, dengan pengajar dari kalangan konsultan pajak dan profesional yang tergabung dalam jaringan Kopijatigota.

Menurut Rahmad, pendekatan berbasis praktik menjadi nilai tambah karena peserta dapat memahami langsung berbagai persoalan perpajakan yang dihadapi pelaku usaha maupun wajib pajak di lapangan.

"Kami ingin peserta mendapatkan pengalaman belajar yang aplikatif. Harapannya, mahasiswa bisa lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja setelah menyelesaikan program ini," katanya.

Baca Juga: BCA Buka Pendaftaran Management Trainee 2026: Peluang Karir Talenta Muda

Tingginya minat peserta menunjukkan profesi di bidang perpajakan semakin diminati generasi muda. Hingga menjelang kelas perdana pada 5 Juni 2026, sebanyak 24 mahasiswa telah diterima dari total kuota 30 peserta.

Lulusan program brevet pajak memiliki peluang karier yang luas, mulai dari konsultan pajak, staf pajak perusahaan, auditor di kantor akuntan publik, hingga tenaga profesional di instansi pemerintah.

Kebutuhan terhadap kompetensi perpajakan juga terus tumbuh seiring meningkatnya kompleksitas regulasi dan digitalisasi administrasi pajak.

Untuk memperluas akses, seluruh proses pembelajaran dilaksanakan secara daring. Skema ini memungkinkan mahasiswa dari berbagai daerah memperoleh pelatihan yang sama tanpa terkendala lokasi, sekaligus memperluas pemerataan akses pendidikan vokasi di bidang perpajakan.

Sebagai bagian dari program tersebut, Kopijatigota menyediakan beasiswa penuh senilai Rp3,5 juta per peserta. Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang ingin memperdalam kompetensi perpajakan namun memiliki keterbatasan biaya.

Salah satu penerima beasiswa, Erlina Agustia Panjaitan, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Maritim Raja Ali Haji, Kepulauan Riau, menilai program tersebut menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan daya saing sebelum memasuki dunia kerja.

Baca Juga: Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Digelar, Perkuat Pembalap Muda Indonesia

"Kesempatan seperti ini tidak selalu datang. Saya berharap ilmu yang diperoleh nantinya dapat menjadi bekal untuk mengembangkan karier di bidang perpajakan," ujarnya.

Hal senada disampaikan Resky, mahasiswa Program Studi Akuntansi STIE TDN Makassar. Ia menilai kompetensi perpajakan menjadi nilai tambah yang semakin dibutuhkan di dunia profesional.

"Program ini sangat bermanfaat karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar perpajakan secara lebih mendalam. Saya berharap setelah mengikuti brevet pajak, saya memiliki peluang kerja yang lebih luas setelah lulus nanti," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News