KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek industri fisioterapi di Indonesia kian menjanjikan. Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan rehabilitasi dan pemulihan fungsi gerak, sektor ini masih menghadapi kekurangan sekitar 26.000 tenaga fisioterapis. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi perguruan tinggi, fasilitas kesehatan, hingga pelaku teknologi kesehatan untuk memperluas layanan dan menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan pasar. Ketua Umum Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Parmono Dwi Putro mengatakan kebutuhan fisioterapis terus meningkat seiring kebijakan yang mewajibkan setiap Puskesmas memiliki minimal satu fisioterapis.
Kebutuhan Fisioterapis Melonjak, Indonesia Masih Butuh 26.000 Tenaga Baru
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek industri fisioterapi di Indonesia kian menjanjikan. Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan rehabilitasi dan pemulihan fungsi gerak, sektor ini masih menghadapi kekurangan sekitar 26.000 tenaga fisioterapis. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi perguruan tinggi, fasilitas kesehatan, hingga pelaku teknologi kesehatan untuk memperluas layanan dan menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan pasar. Ketua Umum Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Parmono Dwi Putro mengatakan kebutuhan fisioterapis terus meningkat seiring kebijakan yang mewajibkan setiap Puskesmas memiliki minimal satu fisioterapis.
TAG: