KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
Permintaan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) di Indonesia terus berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan digitalisasi ruang kelas, rapat hybrid, hingga kolaborasi di lingkungan perusahaan. Melihat peluang tersebut, Samsung Electronics menunjuk PT XDC Indonesia sebagai mitra distribusi resmi untuk lini produk IFP di pasar Indonesia. Penunjukan XDC, yang merupakan anak usaha CTI Group, menjadi bagian dari strategi Samsung memperluas distribusi solusi
commercial display di tengah percepatan transformasi digital pada sektor pendidikan dan kebutuhan teknologi di segmen enterprise. President Director PT XDC Indonesia, Silvia Trenaningsih mengatakan, dalam dua hingga tiga tahun terakhir terjadi perubahan kebutuhan pelanggan terhadap perangkat display. Jika sebelumnya layar berukuran besar lebih banyak digunakan untuk presentasi, kini perangkat display mulai dituntut untuk mendukung aktivitas kolaborasi dan interaksi.
Baca Juga: Pasar Tablet Indonesia Kian Kompetitif, Produsen Membidik Segmen Premium “Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, kami melihat perubahan yang cukup jelas dalam cara customer memandang display. Kalau sebelumnya display lebih banyak digunakan untuk menyampaikan informasi atau presentasi, sekarang kebutuhannya berkembang menjadi perangkat yang bisa ikut mendukung bagaimana orang bekerja, kegiatan belajar mengajar, berkolaborasi, dan mengambil keputusan,” ujar Silvia dalam keterangannya, Selasa (21/9/2026). Menurut dia, perubahan tersebut mendorong pelanggan mencari perangkat display yang lebih interaktif dan terhubung dengan berbagai perangkat maupun aplikasi. Kebutuhan tersebut mencakup
wireless screen sharing, hybrid meeting, video conferencing, serta integrasi dengan aplikasi yang digunakan dalam aktivitas kerja dan pembelajaran. Fitur pintar dan kecerdasan buatan (AI) yang mendukung produktivitas sehari-hari juga mulai menjadi salah satu pertimbangan pelanggan dalam memilih perangkat display. Tren tersebut turut terlihat di pasar Asia Tenggara. Pertumbuhan penggunaan IFP didorong oleh pengembangan konsep
smart education oleh pemerintah dan sektor swasta. Selain pendidikan, kebutuhan perangkat tersebut mulai berkembang di sektor korporasi, ruang pertemuan bisnis, serta pusat pelatihan. Indonesia menjadi salah satu pasar yang dinilai memiliki peluang besar karena jumlah satuan pendidikan yang tinggi, wilayah geografis yang luas, serta kebutuhan pemerataan infrastruktur teknologi pendidikan. Permintaan tidak hanya berasal dari kota besar, tetapi juga daerah berkembang yang mulai mengadopsi sistem pembelajaran digital dan
hybrid learning. Baca Juga: AI Mulai Jadi Mesin Bisnis di Indonesia, Covena Andalkan Agentic AI IFP sendiri menggabungkan sejumlah fungsi, seperti papan tulis interaktif, layar resolusi tinggi, integrasi penyimpanan
cloud, serta fitur anotasi secara real-time. Perangkat tersebut dapat digunakan mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi untuk mendukung visualisasi materi, simulasi digital, serta pembelajaran yang lebih interaktif. Di lingkungan sekolah, teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh dan kolaborasi antarguru. Sementara di sektor korporasi, perangkat IFP dapat digunakan untuk rapat hybrid, presentasi dan kolaborasi antartim. Dalam kemitraan tersebut, XDC mengandalkan jaringan distribusi serta pengalaman dalam menangani solusi teknologi informasi untuk segmen
enterprise. Perusahaan juga memiliki kapabilitas teknis dalam mengelola proyek IT berskala besar serta pemahaman terhadap kebutuhan sektor pendidikan. Selain distribusi, XDC akan mendukung pemasaran dan layanan purna jual produk IFP Samsung. Pendampingan teknis menjadi salah satu bagian penting karena penggunaan perangkat interaktif membutuhkan integrasi dengan infrastruktur IT dan perangkat lain yang sudah dimiliki pelanggan. Head of B2B Display Solutions Samsung Electronics Indonesia, Subiantoro Sadha mengatakan, kebutuhan terhadap teknologi interaktif terus berkembang seiring perubahan pola pembelajaran dan aktivitas kerja. “Pendidikan adalah pondasi utama kemajuan bangsa, dan teknologi interaktif merupakan kunci untuk membuka potensi belajar yang inklusif dan futuristik,” ujar Subiantoro. Melalui kerja sama dengan XDC, Samsung menargetkan perluasan jangkauan produk IFP ke berbagai institusi pendidikan di Indonesia, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Di sisi lain, perkembangan kebutuhan display interaktif juga membuka ruang bagi produsen dan distributor untuk memperluas pasar di luar penggunaan layar konvensional. Perangkat display kini tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, tetapi mulai menjadi bagian dari infrastruktur kolaborasi dan digitalisasi aktivitas kerja maupun pembelajaran. PT XDC Indonesia merupakan bagian dari CTI Group yang bergerak sebagai distributor teknologi informasi di Indonesia. XDC berfokus pada pengembangan infrastruktur IT untuk mendukung kebutuhan bisnis digital serta pengembangan ekosistem ekonomi digital.
Baca Juga: Bukan Lagi Adu Spesifikasi, Ini Arah Baru Industri Smartphone Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News