KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah membuka peluang investasi hijau secara luas guna mengakselerasi pengembangan energi bersih di dalam negeri. Tak main-main, kebutuhan investasi di sektor ketenagalistrikan untuk mendukung transisi energi ini diperkirakan menembus angka US$ 500 miliar. Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menilai, eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu krisis energi global seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat transisi ke energi baru terbarukan (EBT). "Langkah ini sudah tepat, walau sebenarnya agak terlambat," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (23/4/2026).
Kebutuhan Investasi EBT Capai US$ 500 Miliar, Ekonom: Perlu Kepastian Regulasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah membuka peluang investasi hijau secara luas guna mengakselerasi pengembangan energi bersih di dalam negeri. Tak main-main, kebutuhan investasi di sektor ketenagalistrikan untuk mendukung transisi energi ini diperkirakan menembus angka US$ 500 miliar. Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menilai, eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu krisis energi global seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat transisi ke energi baru terbarukan (EBT). "Langkah ini sudah tepat, walau sebenarnya agak terlambat," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (23/4/2026).
TAG: