KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis asuransi jiwa menghadapi sejumlah tantangan di tahun ini, termasuk menghadapi kendala inflasi medis dan penyesuaian dengan aturan regulator terbaru. Kendati begitu, Manulife Indonesia melihat peluang pertumbuhan di industri ini tetap terbuka. Dalam wawancara eksklusif dengan KONTAN, Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Lauren Sulistiawati menuturkan, Manulife melihat terjadinya peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap solusi perlindungan dan perencanaan. Menurut Lauren, semakin banyak masyarakat yang kini menyadari kebutuhan akan perlindungan jiwa, kesehatan, penyakit kritis, pensiun, serta perencanaan keuangan jangka panjang.
“Kami percaya bahwa literasi dan edukasi keuangan memegang peran penting. Semakin banyak masyarakat memahami pentingnya perlindungan dan perencanaan keuangan, semakin siap mereka menghadapi berbagai tahap kehidupan dan dinamika ekonomi di masa depan,” sebut Lauren, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Dapen Tambah Kepemilikan di SBN dan Kurangi Saham, AXA Mandiri: Risikonya Rendah Keyakinan ini bukan tanpa dasar. Lauren menuturkan, jumlah polis yang diterbitkan Manulife Indonesia sepanjang 2025 lalu tumbuh sebesar 9,5%. Selain itu, dalam temuan Manulife Asia Care Survey 2025, perusahaan ini mendapati masyarakat Indonesia kini memandang usia panjang bukan hanya soal hidup lebih lama, tetapi juga hidup dengan memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan finansial, dengan akses terhadap solusi keuangan untuk menikmati hidup yang lebih baik. “Bagi kami, ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan perlindungan dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh akan terus meningkat,” cetus Lauren. Merespons potensi pertumbuhan produk proteksi ini, Manulife telah memperkuat kanal distribusi. Ini dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap solusi perlindungan dan perencanaan keuangan.
Baca Juga: Laba Bersih Pegadaian Melonjak 84,59%, Tembus Rp 6,59 Triliun di Semester I-2026 Manulife antara lain berinvestasi dalam pengembangan tenaga pemasar dan kualitas layanan. Di 2025, Manulife tercatat memiliki 18.000 tenaga pemasar. Di kanal
bancassurance, Manulife bermitra dengan Bank Danamon Indonesia dan Bank DBS Indonesia. “Fokus kami bukan hanya pada perluasan jangkauan, tetapi juga pada bagaimana kami memperdalam hubungan dengan nasabah melalui solusi yang relevan dan layanan yang konsisten,” tutur Lauren.
Tahun ini, Lauren menuturkan, Manulife akan fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. “Untuk mencapai hal tersebut, kami terus memperkuat saluran distribusi, menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan nasabah, serta meningkatkan pengalaman nasabah,” imbuh dia. Strategi ini merupakan kesinambungan dari tahun sebelumnya. Di 2025, Manulife memperkuat jalur keagenan lewat peluncuran produk-produk baru, Manulife Dynamic Wealth Assurance dan Manulife Dynamic Smart Assurance. Selain itu, Manulife juga meluncurkan fitur
AI Assistant melalui portal agen Manulife Agency Indonesia (MAIN) untuk meningkatkan pengalaman agen dan nasabah dan efektivitas layanan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News