Kebutuhan tinggi, batubara masih sakti



KONTAN.CO.ID - Harga batubara terkoreksi setelah pekan lalu menyentuh level tertinggi. Namun prospek harga komoditas ini masih cerah.

Harga batubara pengiriman September di ICE Futures Europe pada Selasa (29/8) turun 0,71% ke US$ 97,05 per metrik ton dalam sehari. Dalam sepekan, harga turun 1,37%.

Padahal pekan lalu, harga batubara menyentuh level tertinggi empat tahun. "Sudah overbought, jadi harus ada koreksi dulu," ujar Research & Analyst Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar, kemarin.


Deddy juga melihat penurunan harga minyak turut menyeret batubara. "Harga minyak turun karena badai tropis Harvey," kata Deddy. Badai di Texas AS itu membuat permintaan minyak turun.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, ketakutan pelaku pasar pada ketegangan di Semenanjung Korea telah mereda dan sempat mengangkat dollar AS. Akibatnya, batubara yang diperdangkan dengan dollar terkoreksi. Per pukul 16.00 WIB kemarin, indeks dollar AS menguat 0,24% ke 92,48 dalam sehari.

Harga batubara sejatinya berpeluang bullish hingga akhir tahun ini. Deddy bilang EIA memprediksi pembangkit listrik AS yang menggunakan batubara meningkat 31% pada tahun depan. "Dari dalam negeri, PLN sedang membuka proyek 6.990 megawatt (MW)," imbuh Deddy. AS dan Eropa juga masih dalam musim panas, sehingga permintaan batubara naik.

Tapi tetap waspadai koreksi harga. Ibrahim menyarankan perhatikan indeks manufaktur China. Prediksinya, indeks ini akan turun ke level 51,3 dari sebelumnya di 51,4. Hal ini dapat menekan batubara.

Ibrahim memprediksi, harga batubara hari ini terkoreksi di US$ 96,30-US$ 97,80. Tapi sepekan ke depan harga akan menguat ke US$ 96-US$ 100 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie