KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berharap tekanan terhadap nilai tukar rupiah dapat mereda setelah melewati kuartal III 2026. Pasalnya, kebutuhan valuta asing (valas) secara historis cenderung mencapai puncaknya pada kuartal III, terutama dipengaruhi kebutuhan impor dan repatriasi. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, tekanan terhadap rupiah juga didorong oleh meningkatnya kebutuhan valas importir menjelang akhir kuartal III. Di sisi lain, arus keluar dana dari portofolio aset negara-negara emerging markets di tengah kenaikan yield obligasi turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar. Erwin mengatakan, tingginya kebutuhan valas pada kuartal III merupakan bagian dari siklus musiman. Menurutnya, kondisi kebutuhan valas pada akhir kuartal juga berbeda dengan kebutuhan valas pada akhir bulan.
Kebutuhan Valas di Akhir Tahun Berkurang, Tekanan Rupiah Bisa Mereda
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berharap tekanan terhadap nilai tukar rupiah dapat mereda setelah melewati kuartal III 2026. Pasalnya, kebutuhan valuta asing (valas) secara historis cenderung mencapai puncaknya pada kuartal III, terutama dipengaruhi kebutuhan impor dan repatriasi. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, tekanan terhadap rupiah juga didorong oleh meningkatnya kebutuhan valas importir menjelang akhir kuartal III. Di sisi lain, arus keluar dana dari portofolio aset negara-negara emerging markets di tengah kenaikan yield obligasi turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar. Erwin mengatakan, tingginya kebutuhan valas pada kuartal III merupakan bagian dari siklus musiman. Menurutnya, kondisi kebutuhan valas pada akhir kuartal juga berbeda dengan kebutuhan valas pada akhir bulan.